Lamongan, BeritaTKP.com – Satu bulan lagi, warga Indonesia akan merayakan peringatan Hut Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-77. Kini,para pedagang bendera merah putih pun sudah mulai bermunculan.
Hal itu seperti yang terlihat di sejumlah jalan di Lamongan di antaranya di jalan Sunan Drajat, Andansari, Pahlawan, Kusuma Bangsa, Laras-Liris dan beberapa lokasi jalan lainnya.
Seorang penjual benderan bernama Muhammad Sulaiman, warga asal Garut, Jawa Barat, sudah mencoba untuk mencari rezeki di depan jalan Basuki Rahmat, barat Gedung DPRD Lamongan.
Dalam beberapa hari terakhir, Sulaiman juga telah menjajakan dagangannya berupa bendera merah putih khas bendera Indonesia dengan berbagai ukuran, umbul-umbul, background bendera merah putih, bener, bando, dan pernak pernik lainnya.
Ia merasa bersyukur. Pasalnya, meski peringatan kemerdekaan RI masih 26 hari lagi, namun keinginan masyarakat untuk membeli bendera merah putih lumayan tinggi. “Ramai, banyak yang beli. Bahkan tidak ada perbedaan saat pandemi Covid-19 maupun tidak. Orang Lamongan senang dengan warna merah putih,” ujar Sulaiman, Kamis (20/7/2022).
Pria yang mengaku telah berjualan bendera merah putih sejak tahun 2005 ini juga mengaku, perbandingan penjualan bendera merah putih antara tahun ini dengan tahun lalu tak ada perbedaan yang cukup signifikan. “Tahun ini dengan tahun lalu sama mas. Sama-sama ramai. Apalagi pas udah masuk bulan Agustus, biasanya stok barang sudah mulai habis,” terangnya.
Mengenai harga pernak-pernik dagangan yang ia gelar di atas trotoar jalan ini, ungkap Sulaiman, pihaknya tak mematok harga terlalu tinggi. “Harganya bervariasi mas, menyesuaikan barangnya. Harganya mulai dari Rp15 ribu per biji hingga Rp 250 ribu per biji,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sulaiman mengungkapkan kalau dirinya tak sendirian datang ke Lamongan. Ia datang bersama 9 orang temannya, yang juga sama-sama berjualan bendera, namun dengan lokasi yang berbeda. “Kami datang merantau ke Lamongan bersama rombongan. Semuanya sama jualan bendera. Namun memilih lokasi yang berbeda,” ujarnya.
Sulaiman dan teman-temannya optimis kalau barang dagangan mereka bakal laku keras. Apalagi dengan melandainya kondisi pandemi Covid-19. “Kami yakin barang dagangan kami akan habis. Karena selain keinginan masyarakat tinggi, kondisi Covid-19 juga sudah melandai,” ujarnya. (Din/RED)






