Nganjuk, BeritaTKP.com – Akses sungai yang terletak di antara Desa Kedungplaten dan Desa Prayungan membutuhkan perhatian dari Pemerintah Pusat.
Minggu (23/1/2022) hujan deras yang mengguyur wilayah Nganjuk yang menyebabkan banjir dan membuat makam-makam yang berada di perbatasan Desa Kedungplaten dan Desa Prayungan ini menjadi longsor. Selain banjir beberapa pohon juga nampak tumbang akibat kejadian tersebut.
Dengan adanya insiden membuat masyarakat Desa Kedungplaten dan Desa Prayungan menjadi lebih was-was saat musim hujan turun. Masyarakat kedua desa itu juga sepakat untuk memindahkan makam-makam yang terdampak banjir tersebut.
Kurang lebih sebanyak 20 makam yang berada di perbatasan Desa Prayungan telah di pindahkan ke Desa Kedungplaten dan tersisa 4 makam yang belum dipindahkan.
Masyarakat kedua desa tersebut bergoyong-royong saling bahu-membahu untuk memindahkan makam tersebut ke tempat yang lebih aman.
Selaku kepala desa Majiin berkata “kepada pemerintah tolong untuk turun tangan mengatasi insiden ini karena sungai ini juga tidak jauh jaraknya dari jalan raya dan takutnya itu akan berbahaya untuk pengguna jalan yang melintas di area tersebut,” ujar Majiin.
Marjiin serta marsyarakat mememinta agar pemerinta bisa segera memberikan bantuan untuk sungai tersebut agar jika musim hujan tiba masyarakat juga tidak khawatir. (Mbah Ri)










