Bojonegoro, BeritaTKP.com – Aksi seorang pemuda Bojonegoro yang berani mengkritik Bupati Anna Mu’awanah dalam sebuah video dan kemudian diunggah di akun Intagram @tongas_at. Dalam video berdura 53 detik tersebut berisikan kecaman teruntuk Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu’awanah yang terlalu fokus membangun jalan tapi menelantarkan pendidikan.

Postingan dalam akun instagram yang diunggah sekitar 3 hari lalu tersebut mendapatkan ratusan komentar dari warganet. Dalam video ini, memperlihatkan seorang pemuda berada di depan baliho bergambar Bupati Anna Mu’awanah.

“Sukses Membangun Bojonegoro? Sekedar mengingatkan apa kabar dengan program studi luar kampus utama Polinema yang ada di Bojonegoro? Apakah tidak memberikan izin berdiri kampus negeri di kota kami bisa dikonversikan sebagai kesuksesan?” ujar pemuda itu.

“Mana janji ngayomi lan ngopeni kalau pada akhirnya membunuh mimpi para pemuda pemudi yang ingin mencicipi perguruan tinggi negeri di kotanya sendiri. Terlalu fokus membangun jalan tapi menelantarkan pendidikan,” tandas dia.

“Bukankah itu sama saja dengan jangan biarkan warga Bojonegoro menjadi pintar. Bukankah begitu bupatiku?” ucap pemuda itu sambil mengarahkan hand phone-nya ke arah baliho terkesan bertanya ke bupati secara langsung.

Kemudian, sosok pemuda dalam video melanjutkan berkata “no comment” seolah bupati menjawab pertanyaan dia sebelumnya.

Video ini disertai pula pernyataan yang berbunyi “Inilah ujaran kebencian tanpa bekingan part 1. Jika video ini ter-take down berarti ada unsur campur tangan pihak tertentu yang mencoba membungkam sebuah fakta”. Ujarnya.

Sontak saja, pernyataan pemuda bernama Maulana Arjun Sifak tersebut menuai banyak komentar. Beragam komentar hadir di akun IG yang milik pemuda berusia sekitar 22 tahun tersebut. Dia adalah seorang alumnus AKN Bojonegoro, asal Kecamatan Ngasem, kabupaten setempat, dan saat ini sedang bekerja di Surabaya.

Unggahan video bercaption “Ojo debat sustansi tentang regulasi, soale ngertiku mung regulator tabung gass eliji” tersebut ditanggapi beragam komentar bersifat pro dan kontra. “Jangan debat substansi tentang regulasi, karena yang kuketahui hanya regulator tabung gass eliji” terjemahan caption.

“plot twist bupati ne mantan punk soal e jalanan adalah sekolah.” Ujar akun bernama @Syd*******

“Keminter iso ne kur maedo. Jane yo di kek i solusi to bos2, ngeneki malah ngetokno nek Kowe….isi dewe lah (sok pintar bisanya cuma mencela. Mestinya dikasih solusi to bos2, begini ini malah memperlihatkan kalau kamu….isi sendiri lah),” kata akun @yura*****.

“Bangun gedung ganggo duite rakyat tapi gedunge dijenengi jenenge dewe. Gokil ancene bupatiku.” Kata akun @ nand********.

Pemilik akun Instagram @tongas_at, yakni Maulana Arjun Sifak mengungkap tujuan dirinya mengunggap video tersebut yakni karena dia lulusan terakhir di rintisan Akademi Komunitas Bojonegoro (AKN). Dirinya sangat menyanyangkan tempat ia menimba ilmu yang memiliki tujuan positif  tersebut dihilangkan. (Din/RED)