
Medan, BeritaTKP.com – Kabar duka datang dari dunia konservasi satwa liar. Ratna, seekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatrensis) yang menjadi penghuni R Zoo & Park, dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (7/2/2026). Gajah betina berusia sekitar 50 tahun itu mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis intensif.
Ratna dirawat secara intensif di bawah pengawasan tim dokter hewan. Berdasarkan hasil nekropsi (bedah bangkai), penyebab utama kematiannya adalah gangguan fungsi ginjal dan hati yang diperparah oleh kondisi organ vital lainnya.
Kondisi Kesehatan Sejak Awal
Ratna diketahui tiba di R Zoo & Park pada September 2025 dalam kondisi fisik yang menurun. Selain tubuh yang kurus, ia juga memiliki luka lama berupa fistula pada telapak kaki depan kiri.
Proses perawatan dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Namun, karena kondisi Ratna yang tidak mudah ditangani, tim medis kerap harus melakukan prosedur pembiusan saat membersihkan dan menangani luka.
Meski sempat menunjukkan perbaikan pada akhir 2025, kondisi kesehatannya kembali menurun pada awal Januari 2026.
Faktor Usia dan Kondisi Fisik
Pemimpin tim medis, drh. Anhar Lubis, menjelaskan bahwa gangguan kesehatan Ratna bersifat multifaktorial, dipengaruhi berbagai faktor.
“Kondisi fisik awal yang tidak ideal, ditambah faktor usia lanjut, membuat kemampuan organ tubuh Ratna dalam mengolah nutrisi menjadi sangat terbatas. Akumulasi faktor-faktor tersebut menyebabkan penurunan fungsi tubuh secara bertahap,” jelasnya, Rabu (11/2/2026).
Evaluasi dan Pengawasan
Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDASU), Novita Kusuma Wardani, menyampaikan bahwa pihaknya bersama manajemen R Zoo & Park telah berupaya maksimal sesuai standar kesejahteraan satwa.
“Kami telah melibatkan dokter senior berpengalaman dalam penanganannya. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap lembaga konservasi,” ujarnya.
Kematian Ratna menjadi pengingat akan tantangan dalam merawat satwa liar berusia lanjut dengan riwayat kesehatan kompleks. BBKSDA Sumut menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan satwa dilindungi guna menjaga kesejahteraan dan kelestariannya.(æ/red)





