Jakarta, BeritaTKP.com — Sebuah foto yang menarasikan adanya pocong jadi-jadian berkeliaran di kawasan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, viral di media sosial. Polisi memastikan informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Dalam foto yang beredar, tampak sosok menyerupai pocong berdiri di tengah jalan sebuah gang. Pada foto itu juga terlihat plang bertuliskan “Gg. Asmawi RT 013 RW 05 Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara”.

Sosok menyerupai pocong tersebut terlihat membelakangi kamera. Kondisi gang dalam foto tampak sepi dan gelap, dengan sejumlah sepeda motor terparkir di sekitar lokasi.

Menanggapi viralnya foto tersebut, Kanit Reskrim Polsek Koja, Iptu Hendri Hartanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap informasi yang beredar. Dari hasil pengecekan, polisi memastikan kabar tersebut tidak benar.

“Untuk info berkaitan dengan masalah tersebut tidak benar,” kata Iptu Hendri Hartanto, Jumat, 29 Mei 2026.

Hendri menjelaskan, pihak kepolisian telah mengecek langsung ke lokasi yang disebut dalam foto viral tersebut. Polisi juga meminta keterangan dari pihak RT, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa setempat.

Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan adanya laporan maupun informasi dari warga terkait kemunculan pocong jadi-jadian di kawasan tersebut.

“Tidak ada info dari masyarakat soal pocong tersebut,” ungkapnya.

Hendri menyebut, fenomena pocong jadi-jadian belakangan memang ramai diperbincangkan. Dalam beberapa kasus, kostum pocong digunakan oleh sejumlah pihak untuk mengamen atau membuat konten.

Meski demikian, polisi tetap menelusuri pihak yang pertama kali menyebarkan foto dan narasi hoaks tersebut. Langkah ini dilakukan agar informasi palsu tidak terus menyebar dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Lebih ke pengamen. Sedang kami cek penyebar hoaks,” imbuhnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Warga juga diminta tidak langsung menyebarkan foto atau kabar viral sebelum dipastikan valid oleh pihak berwenang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi di media sosial harus disikapi secara bijak. Kabar hoaks, termasuk isu pocong jadi-jadian, dapat memicu kepanikan dan keresahan apabila disebarkan tanpa verifikasi.(æ/red)