Jombang, BeritaTKP.com – Kegiatan sahur on the road (SOTR) di Jombang menjadi perbincangan luas setelah video iring-iringan motor dengan sound horeg dan aksi joget seorang penampil viral di media sosial. Kegiatan tersebut berlangsung di jalur penghubung Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, dan Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Minggu (22/2/2026) pagi.

Berikut sejumlah fakta terkait peristiwa tersebut:

1. Viral Sejak Dini Hari

Video SOTR mulai ramai diunggah di TikTok sejak dini hari. Dalam rekaman terlihat konvoi sepeda motor melintas di jalan kampung hingga area persawahan, diiringi dentuman sound system berdaya besar. Aksi tersebut menuai beragam tanggapan warganet karena berlangsung pada bulan Ramadan.

2. Ada Penampil Berjoget dan Saweran

Salah satu video memperlihatkan seorang penampil berjoget di depan perangkat sound system dan menerima saweran dari penonton. Adegan tersebut memicu perdebatan di media sosial karena dinilai sebagian warganet kurang sesuai dengan suasana Ramadan.

3. Bukan Agenda Resmi Desa

Sekretaris Desa Jatibanjar, Hengki, menyatakan kegiatan tersebut bukan agenda resmi pemerintah desa. Lokasi kegiatan berada di jalan penghubung antar desa dan tidak dikoordinasikan dengan pihak desa setempat.

4. Pengakuan Pemilik Sound

Pemilik Aprelia Production menyebut lebih dari 10 sound horeg ikut meramaikan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan tidak ada pihak yang secara khusus menyewa sound, melainkan kegiatan rutin komunitas sound yang mengadakan keliling sahur.

“Itu tidak ada yang menyewa, dari pihak sound Jombang memang sering sahur on the road,” ujarnya.

5. Polisi Tegaskan Tanpa Izin

Kapolsek Ploso Kompol Achmad Chairuddin menegaskan kegiatan tersebut tidak mengantongi izin dari kepolisian maupun pemerintah desa.

“Tanpa izin, kami juga tidak mengizinkan,” tegasnya.

Pihak kepolisian menyatakan akan meningkatkan patroli dan langkah preventif agar kegiatan serupa tidak terulang selama Ramadan, guna menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat.(æ/red)