JAKARTA | BeritaTKP.com — Kejadian dugaan pelecehan seksual kembali terjadi di transportasi umum. Kali ini, seorang penumpang perempuan diduga menjadi korban tindakan pelecehan saat berada di dalam rangkaian KRL relasi Jakarta Kota-Nambo.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (28/9/2026) ketika kondisi kereta sedang padat. Kejadian itu kemudian diketahui penumpang lain yang melihat kondisi korban hingga akhirnya melaporkannya kepada petugas keamanan.

Korban disebut mengalami syok dan menangis setelah kejadian tersebut. Penumpang lain kemudian berupaya membantu korban dan meminta petugas segera menangani pria yang diduga melakukan pelecehan.

Petugas Langsung Amankan Terduga Pelaku

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut Leza, laporan awal disampaikan oleh penumpang kepada petugas pengamanan kereta. Petugas pengamanan kereta bersama petugas keamanan stasiun kemudian segera mengamankan pria yang diduga melakukan pelecehan.

Korban dan terduga pelaku selanjutnya dibawa ke pos pengamanan di Stasiun Lenteng Agung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku disebut mengakui perbuatannya.

“Kami tidak akan mentoleransi tindakan kriminalitas, termasuk kekerasan seksual di Commuter Line maupun stasiun,” ujar Leza dalam keterangannya.

KAI Commuter Beri Sanksi

KAI Commuter mengambil tindakan internal terhadap terduga pelaku dengan memasukkannya ke dalam daftar hitam atau blacklist pengguna Commuter Line.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pengguna transportasi publik serta mencegah terjadinya kejadian serupa.

KAI Commuter juga menyatakan akan memberikan pendampingan kepada korban apabila perkara tersebut dilanjutkan kepada pihak yang berwajib.

Penumpang Berani Melapor

Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian karena penumpang lain tidak tinggal diam ketika mengetahui adanya dugaan pelecehan.

Sejumlah penumpang disebut langsung melaporkan kejadian kepada petugas sehingga terduga pelaku dapat segera diamankan.

KAI Commuter mengapresiasi kepedulian pengguna yang membantu korban dan melaporkan kejadian kepada petugas.

“Terima kasih kepada pengguna lainnya yang peduli terhadap pengguna lain yang menjadi korban dan segera melaporkan tindakan pelaku kepada petugas,” kata Leza.

Keamanan Transportasi Publik Jadi Perhatian

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keamanan dan kepedulian antarpenumpang di dalam transportasi publik.

KAI Commuter menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang mengganggu keamanan maupun dugaan kekerasan seksual di lingkungan Commuter Line dan stasiun.

Pengguna yang mengalami atau menyaksikan kejadian serupa diharapkan segera meminta bantuan petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur.

Kasus dugaan pelecehan tersebut kini menjadi perhatian, sementara penanganan terhadap korban dan proses hukum selanjutnya menjadi kewenangan pihak terkait.(æ/red)