ilustrasi

Jember, BeritaTKP.com – Dunia pendidikan di Jember dihebohkan dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan seorang guru sekolah dasar terhadap 22 muridnya. Guru berinisial FTR, wali kelas 5 SDN 02 Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, diduga memaksa para siswa melepas pakaian saat melakukan pencarian uang yang hilang di kelas.

Peristiwa tersebut dipicu dugaan kehilangan uang milik guru sebesar Rp75 ribu. Sebelumnya, guru tersebut juga mengaku pernah kehilangan uang dalam jumlah lain di lingkungan kelas.

Menurut keterangan yang dihimpun, FTR awalnya melakukan penggeledahan terhadap tas milik para siswa. Namun karena uang yang dicari tidak ditemukan, ia kemudian memerintahkan siswa untuk melepas pakaian sebagai bagian dari upaya pencarian.

Tindakan tersebut menuai protes keras dari para orang tua murid. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami tekanan psikologis dan enggan kembali ke sekolah setelah kejadian itu.

“Ini sudah mencederai martabat anak-anak kami,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Dinas Pendidikan Ambil Langkah

Pelaksana Tugas Kepala Sekolah setempat, Arif Rahman, menyatakan pihak sekolah menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada Dinas Pendidikan.

“Saya serahkan semua ke Dinas,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahjono, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan mediasi dengan wali murid. Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan menyetujui permintaan orang tua agar FTR tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.

“Tuntutan para wali murid adalah meminta guru FTR dimutasi ke sekolah lain. Kami menyetujui tuntutan tersebut sebagai langkah perlindungan bagi psikis siswa,” tegas Arief.

Selain mutasi, FTR juga akan dipanggil untuk menjalani pembinaan dan pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kode etik profesi guru.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan anak dan etika dalam dunia pendidikan. Pihak berwenang diharapkan melakukan pendampingan psikologis bagi siswa terdampak serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.(æ/red)