
Malang,BeritaTKP.Com — Dugaan permainan pada seleksi penerimaan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang jadi sorotan.
Seleksi yang diikuti 1.500 peserta itu diduga banyak titipan dan bau suapnya. Dugaan itu muncul, tak lepas dari pengumuman hasil tes pegawai kontrak itu pada Senin (17/3/2025).
Pengumuman oleh Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) itu banjir protes. Terutama, dari peserta yang hasil tesnya itu urutan pertama namun tidak keterima, namun justru yang diterima itu malah peserta rangking tiga atau empat.
Mereka menilai tes itu dianggap cuma formalitas, karena antara hasil tes dengan mereka yang diterima tak sesuai.
“Bukan cuma banyak protes dari nitizen, namun banyak yang mengadu ke kami. Sebelum,kami melangkah, kami minta panitia seleksi bisa mempertanggungjawabkan. Sebab, banyak titipan dari beberapa pihak,” tegas M Zuhdy Ahmadi alias Didik, Gubernur LIRA Jatim, Rabu (19/3/2025).
Menanggapi tes pegawai kontrak yang diduga sarat dengan permainan itu, Amarta Fasa, ketua Komisi I mengatakan, pihaknya akan menanyakan ke panitia seleksinya, yakni BKSDM, dan Dinkes.
“Nanti, info itu akan kami tindaklanjuti dengan kami tanyakan ke panselnya. Yang namanya tes seperti itu ya harus fair play, nggak boleh ada dugaan-dugaan seperti itu,” tuturnya.
Sementara, Drg Ivan Drie, Plt Kadinkes Kabupaten Malang mengaku memang banyak pertanyaan dari netizen.
Menurutnya, rata-rata mereka menyakan, mengapa kok banyak peserta yang hasil tesnya itu pada urutan nomer satu namun kok nggak keterima, justru nomer tiga dan empat yang lolos?
Menurutnya, kunci dari seleksi ini adalah pada tes wawancara. Misalnya, jika mereka ikut melamar pegawai Puskemas, maka yang mewancarainya itu kepala Puskemas setempat.
“Meski saya nggak ikut langsung menangani tes itu karena saya sudah sebulan ini lagi mengikuti Diklat PIM III (pendidikan dan pelatihan kepemimpinan) namun tes itu melibatkan banyam tim. Jika mereka itu melamar sebagai karyawan RSUD Lawang, maka yang mewancarainya ya pihak RSUD Lawang. Itu setelah mereka menjalani tes administrasi dan CAT, baru tes wawancara,” tuturnya.
Direktur RSUD Kanjuruhan, Drg Bobby Prabowo, mengatakan, sepertinya cukup sulit jika penerimaan tes itu ada permainannya.
Sebab, tes administrasinya itu dilakukan Dinkes, sedang tes CAT-nya dilakukan BKSDM. Untuk tes wawancaranya itu dilakukan oleh masing-masing lembaga yang akan ketempatan pegawai baru itu. Dari 1.500 peserta, yang diterima itu sekitar 151 karyawan.
Formasi dengan ditempatkan di Puskesmas sebanyak 89 karyawan, Di RSUD Kanjuruhan 56 karyawan, sedang di RSUD Lawang 6 karyawan.
“Mereka itu tes terakhirnya wawancara, dengan dites lembaga yang akan menerimanya itu. Jadi, ke 56 peserta yang lolos di RSUD Kanjuruhan itu dites wawancaranya oleh tim kami usai lolos tes administrasi dan CAT. Itu sulit akan main-main karena ada passing grade-nya atau persentasi atau batas minimal nilainya,” pungkasnya.(red/imm)