Tuban, BeritaTKP.com – Di saat warga kesulitan mendapatkan gas melon, ratusan tabung elpiji 3 kilogram justru “berjalan” di luar jalur distribusi. Polisi mengamankan satu unit pikap bermuatan 216 tabung elpiji subsidi di wilayah Tuban, memicu pertanyaan soal pengawasan distribusi di tengah kelangkaan.

Diamankan di Tengah Krisis Pasokan

Penindakan dilakukan oleh Satreskrim Polres Tuban pada Rabu pagi (15/4/2026) di Desa Simorejo, Kecamatan Widang. Kendaraan jenis L300 itu dikemudikan oleh DNH (33), warga Lamongan.

Kasus ini mencuat saat masyarakat Tuban sedang mengalami kelangkaan elpiji 3 kg dalam beberapa hari terakhir.

Asal dari Lamongan, Masuk Tuban

Menurut keterangan polisi, tabung tersebut berasal dari wilayah Lamongan dan masuk ke Tuban, diduga tidak sesuai jalur distribusi resmi.

Kasi Humas Polres Tuban, Siswanto menjelaskan bahwa pengungkapan bermula dari laporan masyarakat.

“Petugas mengamankan kendaraan yang membawa 216 tabung elpiji subsidi setelah menerima informasi warga,” ujarnya.

Tak Terbukti Pidana, Sopir Dilepas

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi tidak menemukan unsur pidana dalam kasus ini. Sopir hanya dikenai pelanggaran administratif terkait distribusi barang bersubsidi.

DNH mengaku:

  • Mengambil tabung dari Babat, Lamongan
  • Akan mengirim kembali ke wilayah Leran

Namun pergerakan tersebut dinilai tidak sesuai aturan distribusi.

Barang Bukti Diserahkan ke Pertamina

Seluruh tabung elpiji yang diamankan kini diserahkan kepada PT Pertamina Patra Niaga untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, pemilik sebenarnya dari ratusan tabung tersebut masih belum terungkap.

Operasi Pasar Redam Kelangkaan

Di sisi lain, pemerintah daerah bersama Pertamina telah melakukan:

  • Operasi pasar
  • Penambahan kuota hingga 12 ribu tabung

Langkah ini mulai menstabilkan kondisi pasokan di masyarakat.

Masalah Lama yang Terus Berulang

Kasus ini kembali membuka celah klasik dalam distribusi subsidi:

  • pergeseran distribusi antar wilayah
  • potensi penimbunan atau permainan harga
  • lemahnya pengawasan di lapangan

Polisi menegaskan akan terus mengawasi distribusi elpiji agar tepat sasaran.

Namun pertanyaan besarnya tetap sama: kalau bukan pelanggaran pidana, lalu siapa yang sebenarnya diuntungkan dari “perjalanan” ratusan tabung subsidi ini?. (æ/red)