ilustrasi

Sumenep, BeritaTKP.com – Demi sebuah vespa matic (vesmat), seorang ibu berinisial E di Sumenep, Jawa Timur, tega mengantarkan putrinya yang berinisial T untuk ditiduri oleh oknum kepala sekolah (kepsek) yang diduga merupakan selingkuhannya.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menuturkan, kasus itu terbongkar usai dilaporkan ayah korban yang sudah lama pisah rumah dengan sang istri.  Tak hanya itu, anaknya juga mengalami trauma psikis lantaran menjadi korban pelecehan.

Mendengar hal itu, ayah korban langsung melaporkan kejadian yang dialami putrinya ke Polres Sumenep pada Senin, 26 Agustus 2024.

“Pelaku merupakan kepala sekolah dasar, diamankan anggota resmob di rumahnya, Desa Kalianget Timur,” kata Widiarti dikutip dari Lambe Turah pada Minggu (1/9/2024).

“Dijanjikan dibelikan Vespa. Dia (ibu korban) juga selingkuh dengan tersangka,” tambahnya.

Sementara, Ibu korban mengakui mengantarkan anaknya untuk dicabuli J dengan alasan untuk ritual menyucikan diri.

Setiba di rumah tersangka, korban kemudisn disuruh masuk ke rumah. Lalu ibu korban disuruh menunggu di luar rumah.

Korban yang masih di bawah umur dengan polosnya kemudian menuruti apa yang diminta oleh tersangka.

“Korban diantarkan ke rumah terlapor di Perum BSA Sumenep oleh ibunya, untuk melaksanakan ritual menyucikan diri atau berhubungan badan dengan J. Sesudah bersetubuh di rumah pelaku, kemudian pada hari Minggu di bulan Juni 2024 pada tanggal yang berbeda, pelaku kembali melakukan perbuatan persetubuhan dan pencabulan terhadap T, di salah satu hotel yang terletak di wilayah Surabaya sebanyak tiga kali,” ujarnya.

Oknum kepala sekolah itu terancam dengan Pasal 81 ayat (3) (2) (1), 82 ayat (2) (1) UU RI No 17 Tahun 2016 perubahan atas UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (æ/red)