Jawa Barat, BeritaTKP.com – Dalang dari pembuatan kartu prakerja palsu berhasil dibekuk oleh pihak kepolisian. Dalang tersebut berinisial BY, ialah adalah hacker yang berperan membobol data untuk mendapatkan nomor NIK guna dijadikan kartu prakerja.
Komplotan ini berhasil dibongkar oleh Subdit 1 Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang dipimpin Kasubdit Kompol Andry Agustiano. Empat orang pelaku berinisial AP, AE, RW dan WG terlebih dahulu dibekuk di salah satu hotel di Kota Bandung.
“Tidak berhenti di sana kami amankan dan lakukan penyelidikan lagi dan ditemukan bahwa pelaku utama nggak ada di situ, dia ada di satu titik luar pulau. Kami lakukan pengejaran dalam waktu tiga hari kita bisa tangkap dan amankan BY sebagai pelaku ilegal akses,” ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rachman di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (6/12/2021).
BY sendiri ditangkap oleh tim penyidik Subdit Satu di daerah Samarinda, Kalimantan. Dalam praktik ini, BY diketahui berperan sebagai hacker.
Dia membobol website BPJS ketenagakerjaan untuk mendapatkan NIK yang kemudian diserahkan ke empat pelaku untuk diregister ke website prakerja.
“Di sini ada ilegal akses dan identity thief dan ilegal authorization,” katanya.
Perbuatan sindikat ini menyebabkan kerugian negara hingga miliaran rupiah. BY kini ditahan dengan empat tersangka lainnya di Polda Jabar.
Polda Jawa Barat membongkar sindikat pembuat kartu prakerja palsu. Sindikat ini mampu mendapat keuntungan hingga Rp 18 miliar dalam aksinya.
Sindikat ini dibongkar oleh Subdit 1 Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang dipimpin Kasubdit Kompol Andry Agustiano. Empat orang pelaku berinisial AP, AE, RW dan WG dibekuk di salah satu hotel di Kota Bandung.
“Para tersangka ini membuat kartu prakerja palsu dengan mendapat keuntungan total Rp 18 miliar,” ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rachman, Sabtu (4/12/2021). (RED)






