Ilustrasi uang dalam bentuk uang rupiah

Surabaya,Berita TKP.Com – Pemerintah sekarang sedang dalam proses pembahasan mengenai gaji karyawan atau Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2023. Kepastian tentang besaran UMP 2023 ini kabarnya baru akan diputuskan pada November bulan depan.

Adapun dalam penentuan upah ini, dilakukan oleh tripartit yang terdiri dari Pemerintah, Pengusaha, dan Buruh. Sebagai penunjang keputusan UMP dapat dilihat dari indikator ekonomi, seperti BPS, kebutuhan hidup layak (KHL), produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Penentuan kenaikan upah minimun sebelumnya selama pandemi Covid-19 tahun 2021 tidak dinaikkan. Sementara, untuk upah minimum 2022, pemerintah hanya menaikkannya sebesar 1,09 persen. Dengan dalih melemahnya sektor usaha imbas pandemi.

Adi Mahmud, selaku Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas), beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa penetapan Upah Minimum Provinsi atau UMP 2023 diumumkan selambatnya pada 21 November 2022 dan Upah Minimum Kabupaten/Kota paling lambat pada 30 November 2022.

Sementara itu, hingga kini baik pengusaha maupun pekerja (buruh), masih saling menyuarakan aspirasi dan pendapat mereka soal besaran upah yang harus dinaikkan. Melansir CNBC Indonesia, Solihin, selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo DKI Jakarta membocorkan rencana penerapan besaran UMP 2023, yang diprediksi hanya naik 1-2%, tidak jauh berbeda seperti kenaikan upah tahun 2022.

Agar semakin mendapatkan gambaran besaran upah tahun 2023, berikut ini daftar besaran upah minimum 2022 yang naik 1,09 persen untuk Provinsi Jawa Timur.

UMP Jawa Timur Rp 1.891.567, sesuai Surat Keputusan Gubernur Jatim Nomor 188/783/KPTS/013/2021 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Timur Tahun 2022.

– UMK Kabupaten dan Kota di Jawa Timur Tahun 2022

  1. Kota Surabaya = Rp 4,375,479
  2. Gresik (Kabupaten) = 4,372,030
  3. Sidoarjo (Kabupaten) = Rp Rp 4,368,581
  4. Pasuruan (Kabupaten) = Rp 4,365,133
  5. Mojokerto (Kabupaten) = Rp 4,354,787
  6. Malang (Kabupaten) = Rp 3,068,275
  7. Kota Malang = Rp 2,994,143
  8. Kota Batu = Rp 2,830,367
  9. Jombang (Kabupaten) = Rp 2,654,095
  10. Tuban (Kabupaten) = Rp 2,539,224
  11. Kota Pasuruan = Rp 2,838,837
  12. Probolinggo (Kabupaten) = Rp 2,553,265
  13. Jember (Kabupaten) = Rp 2,355,662
  14. Kota Mojokerto = Rp 2,510,452
  15. Kota Probolinggo = Rp 2,376,240
  16. Banyuwangi (Kabupaten) = Rp 2,328,899
  17. Lamongan (Kabupaten) = Rp 2,501,977
  18. Kota Kediri = Rp 2,118,116
  19. Bojonegoro (Kabupaten) = Rp 2,079,568
  20. Kediri (Kabupaten) = Rp 2,043,422
  21. Lumajang (Kabupaten) = Rp 2,000,607
  22. Tulungagung (Kabupaten) = Rp 2,029,358
  23. Bondowoso (Kabupaten) = Rp 1,958,640
  24. Bangkalan (Kabupaten) = Rp 1,956,773
  25. Nganjuk (Kabupaten) = Rp 1,970,006
  26. Blitar (Kabupaten) = Rp 2,015,071
  27. Sumenep (Kabupaten) = Rp 1,978,927
  28. Kota Madiun = Rp 1,991,105
  29. Kota Blitar = Rp 2,039,024
  30. Sampang (Kabupaten) = Rp 1,922,122
  31. Situbondo (Kabupaten) = Rp 1,942,750
  32. Pamekasan (Kabupaten) = Rp 1,939,686
  33. Madiun (Kabupaten) = Rp 1,958,410
  34. Ngawi (Kabupaten) = Rp 1,962,585
  35. Ponorogo (Kabupaten) = Rp 1,954,281
  36. Pacitan (Kabupaten) = Rp 1,961,154
  37. Trenggalek (Kabupaten) = Rp 1,944,932
  38. Magetan (Kabupaten) = Rp 1,957,329

(Imam/ Red)