
Bangkalan, BeritaTKP.com – Jajaran kepolisian melarang Bonek datang (away) ke SGB saat pertandingan antara Madura United vs Persebaya. Hal ini dilakukan berdasarkan aturan dari federasi sepak bola serta adanya kesepakatan bersama. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Gelora Bangkalan, pada Minggu (17/9/2023) kemarin.
Namun meski sudah dilarang, sejumlah pendukung Persebaya atau Bonek nekat memasuki area Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Akibatnya, polisi langsung merazia massa yang membawa atribut bonek tersebut. Ia pun diminta pulang oleh polisi.
Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya mengatakan, pihaknya harus memperketat pemeriksaan di area Stadion Gelora Bangkalan. Sebab, banyak supporter Persebaya yang nekat memasuki SGB. “Kami lakukan penyekatan di sejumlah titik. Terutama di stadion ini karena banyak yang masih nekat mau masuk,” ujar Febri, Minggu (17/9/2023) kemarin.
Pemeriksaan atau sweeping itu dilakukan dengan memeriksa KTP suporter dan juga atribut yang dikenakan. Selain itu, sejumlah suporter juga nekat membawa bendera Persebaya dan atribut lain. “Kami langsung periksa KTP dan atributnya,” imbuhnya.
Selain melakukan sweeping, pihaknya juga meminta para Bonek pulang ke rumahnya dan tidak berada di Bangkalan. “Tentu kami meminta (bonek) untuk pulang kembali ke Surabaya,” pungkasnya.
Sebelumnya, polisi juga telah melakukan penyekatan di akses masuk Bangkalan, yakni di Pelabuhan Kamal dan akses masuk Jembatan Suramadu. Ratusan orang berhasil dipulangkan dan dikembalikan ke Surabaya.
penyekatan tak hanya memeriksa pengendara motor yang melintas. Namun seluruh kendaraan yang masuk Bangkalan, baik mobil pribadi, angkutan umum maupun angkutan barang. (Din/RED)





