Malang, BeritaTKP.com –Setelah mendapatkan informasi bahwa ada seseorang yang tertimbun material longsor di Dusun Besuki, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengerahkan puluhan personel gabungan untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan di Kabupaten Malang, Rabu mengatakan bahwa saat ini proses pencarian terhadap korban yang bernama Muhamad Amin (25) masih dilakukan bersama dengan warga setempat. “Hingga saat ini masih dilakukan pencarian, kurang lebih ada 50 personel gabungan yang diterjunkan dibantu warga setempat,” kata Sadono.
Sadono menjelaskan, bencana tanah longsor tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi di kawasan tersebut pada 1 November 2022, kurang lebih pada pukul 16.30 WIB. Dimensi longsor kurang lebih sepanjang 30 meter dengan ketinggian tebing 12 meter.
Akibat dari longsor tersebut, akses kendaraan roda dua untuk menuju ke area pertanian di Dusun Besuki menjadi terputus.Untuk pencarian korban, tim gabungan menggunakan metode penyemprotan untuk mempersingkat waktu proses pencarian. “Tim gabungan melakukan penggalian material dengan cara disemprot, untuk mempersingkat proses pencarian,” ujarnya.
Diketahui korban yang bernama Amin ini merupakan seorang warga asal Dusun Kunci, Desa Wiringanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Ia dilaporkan tertimbun longsor yang disebabkan hujan deras pada 1 November 2022, sekitar pukul 16.30 WIB
Pada mulanya, korban bersama rekannya Ilham (30) berjalan beriringan menggunakan sepeda motor masing-masing dan hendak melakukan ojek bambu di wilayah tersebut. Hujan deras mengguyur area tersebut sejak pukul 15.00 WIB.
Kemudian, Ilham yang posisinya berada di depan Amin tidak melihat keberadaan korban. Ilham akhirnya berputar untuk mencari rekannya tersebut dan melihat jalan yang telah dilaluinya tertimbun longsor.
Saat itu, BPBD Kabupaten Malang bersama warga langsung melakukan proses pencarian korban hingga malam hari, namun korban belum ditemukan. Pencarian korban dilanjutkan keesokan harinya, termasuk menambah jumlah personel gabungan yang diterjunkan. (Din/RED)






