Nganjuk, BeritaTKP – PAJANG ( Paguyuban Jaranan Anjuk Ladang ) yang diketuai oleh Sugiyono adalah sebuah titik tumpu dari berbagai grup jaranan diseluruh desa se Kabupaten Nganjuk, terdata fari dari 264 desa di 20 Kecamatan yang hadir dan mewakili ada 78 grup jaranan mengadakan parade gebyar yang masih tergolong dengan serangkaian Hari Jadi Kabupaten Nganjuk yang ke 1088. Acara pada Minggu, 4 Mei 2025 mulai pukul 08’00 sampai selesai, Start dari Stadion Ploso menuju Alun alun Anjuk Ladang diiringi penonton yang berjumlah ribuan manusia turut memeriahkan acara dalam kondisi aman dan terkendali
Kehadiran Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi beserta istri, Wakil Bupati Tryhandy Cahyo Saputro beserta istri dan Forkopimda serta beberapa instansi yang lain disambut dengan joget para seniman jaranan dewasa dalam suasana gembira, ” Dengan adanya Parade Gebyar ini maka saya nyatakan resmi dibuka ” ucap Bupati .
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pemuda, Olah raga, Kebudayaan dan Pariwisata ( Porabudpar ) Sri Handayaningsih menyampaikan tentang gebyar jaranan Nganjuk ini dengan harapan menjadi pandangan bagi para grup untuk lebih bisa mengembangkan profesi nantinya, karena telah dituangkan dalam Permen maupun Perbup dalam tahun anggaran 2025 berkenaan dengan program pelestarian seni dan budaya tradisional .
Sedangkan Bupati Nganjuk menyampaikan yang intinya bahwa baru kali ini diadakan parade dan gebyar jaranan, kalau bisa untuk tahun berikutnya tetap diadakan sebagai agenda tahunan, karena dengan adanya gebyar ini semoga akan menambah kerukunan antara satu dengan lainnya . Sebagai perwujudan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya leluhur kita.
Dari grup jaranan Satrio Mudo Original, asal Disun Kandeg, Desa Waung, Kec. Baron yang diketuai oleh Ebit Widiyantoro mengharap kepada dinas dinas terkait agar memperhatikan kepada semua grup grup jaranan yang berada di Kabupaten Nganjuk ini untuk mempermudah serta memperingan berkenaan dengan pelayanan apapun karena Jaranan adalah sebuah seni budaya tradisional warisan leluhur yang perlu dilestarikan . ” Bagaimanapun sebuah budaya adalah sangat penting karena jati diri dan martabat bangsa kita ” pungkasnya . ( tut )





