PADANG, BeritaTKP.com – Kasus peledakan bom yang dilakukan oleh seorang pelajar berinisial R (17) di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, akhirnya mengungkap fakta yang memprihatinkan. Aksi nekat tersebut dipicu oleh akumulasi rasa sakit hati akibat perundungan (bullying) yang diterima pelaku selama bertahun-tahun.
Motif Perundungan Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang, Kompol M. Yasin, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku sudah mengalami tindakan perundungan, baik secara verbal maupun non-verbal, sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga saat ini di kelas 3 MAN.
“Dari pemeriksaan awal kami temukan kalau motif pelaku R adalah risak (bullying),” ujar Kompol M. Yasin, Rabu (15/7/2026).
Menurut keterangan kepolisian, pelaku awalnya tidak berniat untuk meledakkan bom tersebut. Namun, tekanan mental yang terus-menerus membuatnya nekat melakukan aksi itu sebagai upaya untuk menunjukkan jati diri sekaligus bentuk protes atas perlakuan yang ia terima selama ini.
Belajar Merakit dari Internet Fakta lain yang terungkap adalah kemandirian pelaku dalam merakit benda berbahaya tersebut. R mengaku mempelajari cara pembuatan bom secara otodidak melalui internet dalam empat bulan terakhir. Seluruh bahan baku dan alat yang dibutuhkan dibelinya melalui toko daring dan dirakit secara diam-diam di rumah tanpa sepengetahuan orang tua.
Pada Selasa (14/7/2026), pelaku membawa bom rakitan tersebut ke sekolah dan meledakkannya. Meskipun ledakan tersebut mengejutkan warga sekolah dan merusak sejumlah barang, beruntung tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam insiden tersebut.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolresta Padang dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan didampingi langsung oleh orang tuanya. Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan dan masyarakat mengenai dampak fatal dari tindakan perundungan yang dibiarkan berlarut-larut.(æ/red)





