Jakarta, BeritaTKP.com – Satu unit mobil milik aparat kepolisian yang ada di pos polisi Pejomponga, Jakarta Pusat, ikut menjadi sasaran amukan pendemo, pada Kamis (22/8/2024).
Kejadian ini terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, setelah demonstran dipukul mundur dari depan Gedung DPR/MPR RI. Menurut saksi mata, Faris (22), massa yang berlarian ke arah Bendungan Hilir mendapati empat polisi tengah bersiap keluar dari mobil di pos tersebut.
“Pas massa pada kabur, pas banget ada polisi lagi mau ngeluarin mobil di Pospol Pejompongan,” ujar Faris.
Massa yang terpancing langsung menghancurkan mobil dengan batu, memaksa polisi melarikan diri. Tak lama, mobil tersebut dibakar oleh massa.
“Ya sudah, habis itu dibakar sama-sama itu mobilnya,” ujar Faris.
Aparat kepolisian yang semula memukul mundur para demonstran segera kembali ke tempat kejadian setelah mendengar kabar pembakaran.
Satpam Gedung BNI bernama Siprianus menambahkan, massa sempat melawan di Jalan Raya Pejompongan dengan melemparkan batu ke polisi.
“Massa tadi gabung sama warga ngelawan. Tapi karena ditembak gas air mata berkali-kali, massa mundur terus,” ujar dia.
Mereka melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa yang sempat melawan dengan melemparkan batu. Api pada mobil polisi berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.40 WIB menggunakan APAR.
Di sisi lain, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P, Adian Napitupulu, mengonfirmasi bahwa sekitar 50 orang demonstran ditangkap polisi dalam aksi tersebut.
“Yang di DPR, tadi ditahan itu sekitar 50-an orang,” kata Adian di Polda Metro Jaya, Kamis (22/8/2024) malam.
“Kami mau cek datanya dulu sekaligus mau cek kondisi mereka. Menurut saya, itu penting ya,” katanya.
“Spontanitas saja. Tadi melihat di jalan. Terus ngobrol sama teman-teman, ‘eh, kita harus berbuat sesuatu. Paling tidak, kita harus melihat mereka, tanya, apakah semua sesuai prosedur hukum atau sebagainya’,” ungkap Adian.
Ia menyempatkan diri mendatangi Polda Metro Jaya untuk memastikan kondisi para demonstran dan menekankan pentingnya prosedur hukum yang sesuai.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyatakan bahwa situasi masih terkendali dan pihaknya belum dapat memastikan jumlah pasti penangkapan.
“Kami pastikan lagi, kami belum dapat informasi tersebut. Sejauh ini situasi masih terkendali,” kata dia. (æ/red)





