
PEMALANG, BeritaTKP.com — Seorang siswa kelas 2 SD berinisial MHA (7) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama sembilan hari di rumah sakit. Keluarga menduga kondisi yang dialami korban berkaitan dengan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.
MHA meninggal pada Rabu (30/9/2026) setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSUD dr M Ashari Pemalang.
Keluhan Sakit Perut hingga Kondisi Memburuk
Menurut keterangan ibu korban, Diah Indriyanti (36), MHA awalnya mengalami keluhan pada bagian perut.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, korban disebut kemudian mengungkap kepada dokter bahwa dirinya pernah mengalami kekerasan di bagian perut.
Selama menjalani perawatan, keluhan tersebut disebut terus dirasakan. Kondisi kesehatan MHA kemudian memburuk dan keluarga akhirnya kehilangan putra mereka.
Keluarga sempat berharap kondisi korban membaik setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Namun, keluhan kembali muncul dan kondisi MHA kembali menurun.
Keluarga Sebut Ada Tiga Anak yang Diduga Terlibat
Ayah korban, Nurwandi (43), mengatakan sebelum meninggal dunia, MHA sempat menunjukkan kepada keluarga siapa saja yang menurutnya melakukan kekerasan.
Menurut keterangan keluarga, korban menunjuk tiga anak dalam foto yang diperlihatkan kepadanya. Mereka disebut terdiri dari dua siswa kelas 5 dan satu siswa kelas 6.
Keluarga kemudian mendatangi pihak SD Negeri 01 Kebondalem untuk meminta penjelasan mengenai dugaan kekerasan tersebut.
Namun, menurut keluarga, belum ada pertemuan lanjutan yang mempertemukan mereka dengan orang tua anak yang diduga terlibat.
Polisi Mulai Selidiki
Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Faizal Wildan mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kematian MHA yang diduga berkaitan dengan tindakan kekerasan.
Penyidik bersama Polsek Pemalang Kota telah mendatangi rumah duka dan meminta keterangan awal dari orang tua serta orang-orang terdekat korban.
Polisi masih menggali informasi mengenai kondisi korban sebelum meninggal dunia, termasuk dugaan kekerasan yang disebut dialaminya.
Jenazah Jalani Autopsi
Untuk mengetahui penyebab kematian secara medis, jenazah MHA menjalani autopsi di RSUD dr Ashari Pemalang pada Kamis (1/10/2026).
Pemeriksaan melibatkan tim forensik Biddokkes Polda Jawa Tengah dengan metode scientific crime investigation.
Polisi belum memastikan apakah dugaan kekerasan tersebut memiliki hubungan langsung dengan meninggalnya MHA. Kesimpulan mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.
Keluarga kini menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum dan berharap seluruh rangkaian peristiwa yang dialami MHA dapat diungkap secara menyeluruh.(æ/red)





