Gresik, BeritaTKP.com – Merasa Prihatin sebab 23 desa di Gresik tergenang banjir selama 4 hari belakangan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) bersama Forkopimda dari Polres Gresik dan Kodim 0817 terjun ke sejumlah lokasi terdampak banjir. Salah satu lokasi yang didatangi yaitu Desa Morowudi, Kecamatan Cerme.
“Ada sekitar 5 Kecamatan yang terdampak banjir akibat luapan Kali Lamong. Ini sangat memprihatinkan ya, apalagi ini sudah hampir 5 hari air tak juga surut,” kata Gus Yani di lokasi banjir, Kamis (23/2/2023).

Manurut Gus Yani, sulitnya genangan air luapan Kali Lamong surut ada beberapa faktor. Selain curah hujan yang tinggi, letak geografis Desa Morowudi memiliki elevasi yang rendah. “Memang dari data BMKG intensitas hujan beberapa hari ini cukup tinggi. Selain intesitas hujan yang tinggi, Desa Morowudi yang memiliki kondisi elevasi rendah, di mana tiap tahunya akan menjadi titik kerawanan banjir,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Pemkab Gresik bekerja sama dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) untuk mendatangkan mobil pompa air berkapasitas besar dengan tujuan supaya air bisa cepat surut. “Kita sudah ajak BBWS untuk memompa pakai mobil pompa air milik BBWS yang berkapasitas besar. Sudah dari kemarin memompa, mudah-mudahan cepat surut,” kata Gus Yani.
Gus Yani menambahkan meski normalisasi sudah dua tahun dilakukan, pihaknya akan terus berupaya menangani banjir. Salah satunya dengan membangun kolam retensi atau waduk penampungan air.
“Tanggul ini kan jangka pendek, nanti kita akan membangun kolam retensi. Dimana kita akan siapkan pintu air, ketika air sudah hampir rata dengan tanggul, maka pintu tersebut akan dibuka. Kemudian air bisa mengalir ke kolam retensi,” imbuhnya.
Untuk itu, kebutuhan terkait kolam-kolam retensi atau penampungan air akan direncanakan pembangunannya pada tahun depan. Pihaknya, sudah memetakan titik elevasi terendak untuk pembangunan kolam retensi.
“Masing-masing kolam kita akan siapkan lahan seluas 5 hektare. Kita sudah petakan, dan ada beberapa tanah milik pemkab. Nantinya kita akan bangun kolam retensi di beberapa kecamatan yang memiliki problematika banjir,” tandas Gus Yani. (Din/RED)





