
Surabaya, BeritaTKP.com – Sebuah video menampakkan 4 pemuda melakukan penyiksaan terhadap seekor anjing Maltese viral di media sosial. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Jember oleh pemilik anjing tersebut yakni Lisa Meliana.
Kejadian ini viral usai sebuah akun Instagram @media.jember mengunggah momen tersebut. Dalam caption postingannya, disebutkan bahwa seekor anjing bernama Viki dianiaya dengan dihantam balok semen cor di bagian muka dan kepala.
Anjing mungil dengan berat hanya 4 kg tersebut pun terkapar di tengah jalan dalam keadaan kritis. Sementara itu, para pelaku kemudian pergi sambil terbahak-bahak. Viki dikabarkan satu jam terkapar di jalan sebelum diselamatkan oleh orang baik dan dikembaikan ke majikannya.
Namun, meski ditangani oleh dokter hewan sepanjang sore, keesokan paginya, pukul 05.30 WIB, Viki menjerit kesakitan dan muntah darah hingga kesulitan bernapas dan akhirnya mati.
Lisa Meliana, pemilik Viki mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari semua pihak pecinta binatang yang turut serta menyelesaikan kasus ini.
Lisa menyebut bahwa dirinya telah dipanggil oleh piha Polres Jember untuk kelanjutan penyelesaian hukun kasus ini. “Saya dan suami sejak awal sudah berkoordinasi dengan Fundom (Fun Dog Community), komunitas pecinta & rescuer anjing Jember. Mereka setuju mendukung monitoring kasus ini.” tulisnya dalam caption melalui Instagram pribadinya, @lisameliana.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember AP Aid Uais Al-Qarni Aziz menerangkan para pelaku bisa dikenai sanksi pidana jika memang semua bukti-bukti menguatkan. Untuk ancamannya adalah 3 bulan penjara.
“Untuk ancaman pidananya 3 bulan, karena diduga ada tindakan penganiayaan yang menyebabkan hewan peliharaan ini sampai mati,” terang Abid, dikutip dari detikjatim, Senin (15/4/2024).
Secara resmi polisi sudah menerima laporan pemilik anjing Maltese tersebut. Penyidik sudah meminta keterangan Lisa. “Kami sudah menerima laporan resmi soal dugaan penganiayaan anjing itu. Pemilik dari hewan peliharaan itu sudah lapor ke kami. Terkait penanganan kasusnya, anggota kami sudah melakukan pemeriksaan,” katanya. (Din/RED)





