PAMEKASAN, BeritaTKP.com – Bencana angin kencang melanda Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026). Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 22 desa di tujuh kecamatan terdampak, dengan puluhan rumah warga, lembaga pendidikan, serta tempat ibadah mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan dampak kerusakan cukup meluas di berbagai wilayah.

“Berdasarkan pendataan sementara tim di lapangan, angin kencang terjadi di 22 desa yang tersebar di tujuh kecamatan,” kata Rosidi, dikutip dari Antara.

Selain merusak bangunan milik warga, angin kencang juga menyebabkan sejumlah fasilitas umum terdampak, di antaranya lembaga pendidikan, jaringan listrik terputus, serta pohon tumbang yang mengganggu akses jalan dan lalu lintas.

Kerusakan rumah warga tercatat di sejumlah wilayah, antara lain Kelurahan Bugih dan Kowel, Desa Sumedangan, Jarin, Sentol, Lemper, Pandan, dan Konang di Kecamatan Galis. Kerusakan juga terjadi di Kelurahan Lawangan Daya Jalan Bonorogo, Desa Duko Timur Kecamatan Larangan, Desa Teja dan Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan, Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan, Desa Blumbungan Kecamatan Larangan, Dusun Betes Desa Samiran Kecamatan Proppo, serta Desa Tentenan Timur Kecamatan Larangan.

“Hingga malam ini, kami masih terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak, termasuk pembersihan pohon tumbang yang menghambat akses jalan dan permukiman warga,” ujar Rosidi.

BPBD Pamekasan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat angin kencang dan hujan lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Diketahui, bencana angin kencang kali ini merupakan kejadian kedua yang melanda Kabupaten Pamekasan sejak awal 2026. Sebelumnya, pada Januari lalu, sedikitnya 14 bangunan warga dilaporkan rusak akibat angin kencang di tiga kecamatan, yakni Pademawu, Galis, dan Pamekasan.(æ/red)