Foto: Anggota DPRD TTU, Veronika Lake, didampingi suaminya, Redem Kono, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Minggu (28/6/2026). (Dok. Pribadi Veronika)

Kupang, BeritaTKP.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Utara (TTU), Veronika Lake, akhirnya angkat bicara usai namanya terseret dalam pusaran kasus kematian tragis dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha yang bertugas di RSU Leona, Kefamenanu. Didampingi oleh suaminya, Redem Kono, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyampaikan klarifikasi resmi di hadapan awak media pada Minggu (28/6/2026).

Di awal pernyataannya, Veronika menyampaikan rasa duka dan belasungkawa yang mendalam atas kepergian dokter muda tersebut.

“Saya, Veronika Lake, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dokter Icha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan,” ujarnya, dikutip dari detikBali, Senin (29/6/2026).

Kronologi Versi Veronika: Kunjungan Dadakan ke IGD

Dalam keterangannya, Veronika membeberkan awal mula keberadaannya di rumah sakit tersebut. Pada 13 Juni 2026, ia mengaku baru saja menghadiri acara arisan istri-istri anggota DPRD TTU di Kecamatan Insana.

Saat hendak pulang ke Kefamenanu, Veronika menumpang kendaraan bersama dua anggota DPRD TTU lainnya dan seorang istri anggota dewan. Di tengah perjalanan, salah satu rekan anggota dewan, Therensius Lazakar (Teres Lasaka), mengajak rombongan untuk mampir sejenak ke IGD RSU Leona. Tujuannya adalah untuk menjenguk keponakannya yang sedang dirawat akibat gigitan ular berbisa.

Veronika mengaku ikut turun dan masuk ke dalam rumah sakit murni karena menumpang rombongan yang sama. “Kehadiran saya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang direncanakan sebelumnya,” jelasnya.

Klaim Terkait Situasi di Ruang Perawatan

Setibanya di RSU Leona, Veronika menuturkan bahwa dua rekannya (Therensius Lazakar dan Norbertus Bani/Tubani) masuk terlebih dahulu ke ruang perawatan. Sementara itu, ia sempat tertahan di depan ruang IGD bersama istri anggota dewan lainnya.

Saat dirinya akhirnya masuk ke dalam ruangan, Veronika mengklaim bahwa perdebatan antara dua rekan laki-lakinya dan pihak dokter sudah lebih dulu berlangsung. Ia berdalih kedatangannya saat itu hanya sebatas ikut menanyakan tindak lanjut penanganan pasien serta menyoroti standar dan kualitas pelayanan rumah sakit.

Terkait tudingan intimidasi, Veronika juga memberikan penjelasan mengenai kalimat “panggil wartawan saja” yang sempat terlontar. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut sama sekali tidak ditujukan secara personal kepada Dokter Icha, melainkan ditujukan kepada pihak manajemen rumah sakit.

Kasus dugaan intimidasi yang berujung pada depresi dan kematian tragis Dokter Icha ini saat ini tengah diseriusi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta ditangani secara intensif oleh Polres TTU, di mana pihak keluarga korban juga berencana menempuh jalur hukum secara resmi.(æ/red)