Bangkalan, BeritaTKP.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Bangkalan Gerebek puluhan pelajar sekolah menengah atas (SMA) sederajat yang terlihat nongkrong di sejumlah warung kopi di sekitaran Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Pasalnya para pelajar saat itu nongkrong dengan masih mengenakan seragam sekolah.

Dijelaskan oleh Kasi Oprasional Satpol-PP Bangkalan Nakib,  penindakan terhadap pelajar yang nongkrong di waktu jam sekolah ini bertujuan agar siswa tidak semena-mena dalam memakai seragam. 

Sejumlah pelajar diobrak satpol-PP usai ketahuan nongkrong di warung.

Artinya, jika ingin nongkrong, silakan pulang terlebih dahulu untuk ganti baju. Itu agar masyarakat tidak menganggap bahwa pelajar tersebut bolos dari sekolahnya. 

“Jadi, tujuan kami menyasar pelajar yang nongkrong di jam sekolah dengan mengenakan seragam. Ini bertujuan agar mengurangi anggapan negatif dari masyarakat terhadap para pelajar,” ungkapnya saat ditemui usai mengobrak pelajar di sekitaran warung kopi SGB, Rabu (22/6/2022) kemarin. 

Menurut Nakib, masyarakat awam tidak tahu kalau pelajar sudah pulang atau tidak ada pelajaran. Yang ada kalau pelajar nongkrong pada saat jam pelajaran, anggapannya mereka bolos  sekolah.

“Oleh sebab itu, jika ingin nongkrong, silakan pulang dulu. Ganti baju. Setelah itu, nongkrong sepuasnya terserah. Yang terpenting tidak pakai seragam sekolah,” tegasnya. 

Selain itu, Nakib menegaskan kepada pemilik warung supaya tidak memberi pelayanan nongkrong  atau ngopi terhadap siswa yang masih berseragam. Jika para pemilik warung masih memberi izin, pihaknya akan melakukan tindakan. 

Tidak hanya itu. Nakib juga menyebutkan bahwa tindakan ini demi meminimalisasi kenakalan bagi para pelajar. “Maka dari itu, jika nantinya pelajar ketahuan nongkrong lagi dan tanpa alasan yang konkret, maka kami akan membawanya ke kantor,” pungkasnya. (Din/RED)