Malang, BeritaTKP.com – Hingga kini kepolisian masih mencari penyebab tewasnya nenek di Malang, Jawa Timur dengan mandatangkan sejumlah saksi. Wurlin dan cucunya Muhammad Syaifuddin (18) atau yang dikenal sebagai Udin ini hanyak tinggal setiap hari berdua dengan neneknya.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara’langi mengungkapkan, sejauh ini sudah ada tujuh orang saksi pasca tewasnya Wurlin di rumahnya di RT 4 RW 6 Dusun Manggisari, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

“Yang jelas ada 7 saksi, tetangga 3 orang, tetangga masih hubungan keluarga 2 orang, dan satu saksi penolong pertama,” kata Donny Kristian, dikonfirmasi MNC Portal, pada Selasa sore (7/6/2022) kemarin.

Donny menambahkan, polisi menyita sebilah pisau yang diduga kuat merupakan alat untuk melakukan pembunuhan, kemudian handphone (HP) yang diduga milik Wurlin. Selain pisau dari pantauan MNC Portal di lokasi kejadian, barang bukti berupa cangkul, sebuah bilah kayu juga dibawa tim Inafis ke Mapolsek Karangploso.

“Kami menemukan beberapa barang bukti, seperti pisau, ada handphone yang diduga milik korban. (Kalau Wurlin) Luka- lukanya posisi bagian mana dan kedalamannya berapa sentimeter masih kita update,” ujarnya.

Polisi sendiri masih mendalami lebih lanjut termasuk bagaimana sang cucu bernama Udin bisa terluka parah di bagian leher dan perut.

“Motif masih kami dalami. Kejadian ini diduga kuat adalah pembunuhan, kami masih dalami terkait motif,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang nenek di Kabupaten Malang ditemukan tewas di rumahnya. Sang nenek bernama Wurlin (70) tewas tergeletak di dalam rumahnya, namun tak diketahui penyebab pasti kematiannya.

Peristiwa meninggalnya Wurlin diketahui ketika Syaifudin (17), cucunya keluar rumah dalam kondisi bersimbah darah, Selasa (7/6/2022) kemarin, sekitar pukul 07.30 WIB tadi. Kedua tinggal satu rumah di RT 4 RW 6 Dusun Mangesari, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (Din/RED)