Jember, BeritaTKP.com – Sempat dikabarkan ditusuk oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), berita Wakil Bupati Jember yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren As Siddiqi Putra (Astra) KH M Balya Firjaun Barlaman tersebut cukup ramai beredar di grub-grub aplikasi percakapan, Jumat (20/05/2022) malam.

Diketahui kabar ini tak benar, Kondisi Gus Firjaun baik-baik saja.

santri Ponpes Astra yang diduga mengalami depresi

Titik terang informasi itu diketahui setelah Kapolsek Kaliwates Kompol M Zaenuri memberi keterangan tertulis. Menurutnya, Gus Firjaun tidak ditusuk atau dilukai oleh siapa pun. Melainkan melapor ke Polsek Kaliwates karena ada salah satu santri di Ponpes Astra yang mengamuk akibat depresi.

 “Santri tersebut bernama Wahyudi , warga Lingkungan Sawahan Cantikan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates,” terang Zaenuri.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, sore sebelumnya sekitar pukul 16.30, santri yang berusia 33 tahun itu sempat melempari atap pondok putri. Belum jelas kenapa santri tersebut melakukan perbuatan itu. Namun menurut keterangan santri lain, pelaku diduga mengalami depresi setelah cintanya bertepuk sebelah tangan dan usaha dagangnya terus merugi

Mantan Kapolsek Wuluhan ini menambahkan, selama tiga tahun terakhir, Wahyudi menjadi jamaah Gus Dliyak Ulhaq, kemenakan Gus Firjaun. Dan pagi selepas Subuh, berdasarkan penjelaskan Fitru, santri teman pelaku, dia baru saja pulang bersama Gus Dliyak dari Kediri. Selanjutnya, Wahyudi istirahat di sebuah kamar kosong lantai dua ponpes.

Awalnya, kondisi Wahyudi baik-baik saja. Namun sore harinya, sekitar pukul 16.30, dia tiba-tiba seperti orang kesurupan. Matanya melotok dan tubuhnya kaku. Setelah itu, dia melakukan perusakan di pondok putri.

“Santri lain yang melihat kejadian itu segera mengamankan pelaku. Kemudian sekitar pukul 18.30, Gus Firjaun melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kaliwates. Dan selanjutnya anggota kami membawa yang bersangkutan ke polsek,” pungkas Zaenuri. (Din/RED)