Malang, BeritaTKP.com – Pembangunan di kawasan Kajoetangan Heritage di zona 3 akan segera berlanjut. Sesuai rencana awal, prosesnya akan dimulai Senin pekan depan (23/05/2022). Fokusnya yakni pelebaran di jalur pedestrian dan pembenahan bantuan andesit di sana. Sebagai bentuk persiapan, Rabu lusa kemarin (18/05/2022) pemerintah kota sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar zona 3 Kajoetangan.

Secara khusus, pemkot telah menyusun jadwal pembangunan ke dalam tiga tahap. Tahap pertama dimulai Senin pekan depan (23/05/2022) hingga akhir Agustus nanti. Saat itu, fokusnya bakal diarahkan pada penataan pedestrian di sisi utara dari Bank BRI sampai Mal Sarinah. Kemudian pada tahap kedua, yang digeber mulai Juli sampai Oktober, pekerjaan akan difokuskan pada penataan jalur pedestrian di sisi selatan. Tepatnya mulai Gang IV sampai Hotel Richie.

Pada tahap terakhir, yakni pada awal September hingga 30 November, prosesnya adalah finalisasi penataan andesit di area sekitar Taman Chairil Anwar. Disinggung apakah ada penutupan jalan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi memastikan bila di tahap satu dan dua tidak akan diterapkan. Penutupan jalan kemungkinan besar baru akan dilakukan pada tahap terakhir. ”Untuk tahap tiga di bulan September nanti, kami masih akan bahas rekayasa lalu lintasnya di Forum Lalu Lintas Kota Malang,” terang Diah.

Dia menambahkan bila jalur pedestrian pada zona tiga akan diperlebar hingga 1,5 meter. Pada jalur tersebut juga bakal dilengkapi dengan dengan jalur pemandu disabilitas, sumur resapan, sistem ducting kabel bawah tanah, dan street furniture.  Pemindahan kabel fiber optic seiring penuntasan infrastruktur ducting juga telah ditekankan kepada para provider agar bersiap dan menyelaraskan jadwal. Tujuan utamanya agar kawasan Kajoetangan makin rapi dan cantik.  ”Nanti ada tambahan 26 kursi, serta dipercantik dengan 71 bollard berbentuk bola dan 64 bollard tiang pada area penyeberangan,” kata Diah.

Sementara itu, sejumlah warga yang bermukim di dekat zona tiga Kajoetangan Heritage berharap lanjutan pembangunan itu tak memberi dampak besar. Seperti disampaikan Andri, warga RW IX. Dia mengaku cukup khawatir dengan drainase di dekat area pembangunan. ”Mohon dipertimbangkan juga tentang drainase. Jangan pas sudah selesai dibangun, sudah cantik, eh kena hujan malah banjir,” kata Andri. Secara umum, dia turut menyambut baik lanjutan pembangunan di sana. (Din/RED)