Pasaman Barat, BeritaTKP.com – Pasca gempa yang mengguncang Pasaman, Sumatera Barat, Tim SAR gabungan terus melakukan proses pencarian korban hilang akibat longsor.
Untuk memaksimalkan dan membantu proses pencarian, polisi mengerahkan anjing pelacak untuk membantu proses pencarian.
“TNI, Polri dan Tim SAR sedang berupaya melakukan pencarian terhadap korban. Langkah saat ini melakukan pencarian secara manual dengan melibatkan anjing K-9 dari Polda Sumbar,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, Rabu (2/3).
Ia menyebut, saat ini terdapat dua anjing pelacak yang berada di lokasi pencarian korban longsor. Namun tidak tertutup kemungkinan akan melakukan penambahan anjing pelacak kembali.
“Nanti setidaknya seperti itu ( ada penambahan), kita mintakan kepada Polda untuk menambah anjing pelacak dalam pencariannya,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk satgas kesehatan yang salah satunya terdiri dari Biddokkes Polda Sumbar yang membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berada di tempat pengungsian.
“Jadi kalau ada masyarakat yang sakit, ada pelayanan kesehatan di tempat itu,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan 6,1 SR mengejutkan warga Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar) di Sumatera Barat. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mencatat setidaknya sudah 10 orang meninggal dan 4 orang dinyatakan hilang. Sementara itu, ribuan warga di dua kabupaten tersebut memilih mengungsi hingga situasi aman.
Kerusakan fisik juga terlihat di sejumlah bangunan di Pasaman dan Pasbar. Ratusan rumah dan sejumlah perkantoran rusak. Bahkan, di beberapa lokasi terjadi longsor. BPBD Pasaman menyebut sekitar 5.000 warga mengungsi di 35 titik. Saat ini petugas masih memerinci jumlah pasti warga yang mengungsi.
“Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, para personel organisasi maupun relawan, dan warga masih memfokuskan pada pencarian, penyelamatan, dan evakuasi serta pelayanan kepada warga terdampak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Alim Bazar.
Menyikapi gempa itu, Bupati Pasbar Hamsuardi telah menetapkan masa tanggap darurat bencana alam selama 14 hari. Terhitung kemarin sampai 10 Maret.
Para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan. Warga Talamau, misalnya, membutuhkan tenda pengungsian (tenda barak dan tenda keluarga), terpal, tenaga kesehatan, dapur umum, makanan siap saji, air minum, selimut, tikar, dan family kit. (RED)






