Bangka, BeritaTKP.com – Salah satu ketua RT di kota Pangkalpinang terkejut lalu menangis karena mengeluh sulitnya hidup saat ini kemudian di tambah lagi harus membayar PBB-P2 dari biasanya 200an ribu per tahun menjadi 2 jutaan,hal ini disebabkan kebijakan Pemkot dari kenaikan NJOP tersebut.

Kemudian Firman selaku Ketua DPW Partai Berkarya Babel merasa kesulitan untuk menyampaikan sumbangsih fikiran dan tulisan nya dalam melakukan kontrol sosial terhadap pemerintah kota Pangkalpinang kepada awak media lantaran kebanyakan media bungkam jika menyangkut informasi yang bersifat kritik ,padahal kritikan itu buah dari kita berdemokrasi.

Hal yang lumrah ketika Pemkot Pangkalpinang melakukan kemitraan kepada seluruh media tetapi tidak pantas juga ketika media menjalankan kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi mendapat ancaman untuk di putuskan hubungan kemitraan nya sehingga rekan-rekan dari media kehilangan jati dirinya untuk menjalankan tugas nya sebagai insan pers.

Menyikapi kondisi Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini warga berharap adanya suara dari Mahasiswa dan insan pers sehingga NJOP PBB-P2 bisa di kaji ulang demi kemaslahatan warga kota Pangkalpinang.

Firman berharap Mahasiswa dan insan pers berada ditengah-tengah kesulitan warga di saat pandemi covid-19 ini.tutur amak babel. (fitriyadi)