Makassar, BeritaTKP.com – Seorang bocah laki-laki yang masih dibawah umur menjadi korban pencabulan seorang pria di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban disodomi oleh MR ,45, dan kini polisi sedang mendalami kasus tersebut.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Inspektur Satu Rivai mengatakan laporan terkait dugaan kekerasan seksual yang dilakukan MR terhadap anak di bawah umur sudah ditindaklanjuti. Ia mengaku sudah memeriksa pelaku dan juga sejumlah saksi.

“Kemarin sudah lengkap pemeriksaannya. Kami juga sudah ke TKP,” kata Rivai di Mapolrestabes Makassar, Jumat (28/1).

Polisi juga memeriksa kejiwaan pelaku. Pasalnya MR sempat diamankan oleh Ketua RW dan Lurah, tetapi dilepaskan karena diduga mengalami gangguan jiwa.

“Tapi saya tidak yakin itu, karena sebelumnya dia pernah menjalani kasus yang sama. Makanya kita sementara dalami ini lagi,” tuturnya.

Modus MR melakukan sodomi terhadap korban dengan mengiming-imingi uang Rp 5-10 ribu untuk bermain game online.

“Modus iming-iming uang Rp 5-10 ribu untuk main game online. Kejadiannya seminggu lalu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar Achi Soleman mengatakan bahwa pelecehan seksual terhadap anak berusia 11 tahun diketahui setelah orang tuanya melihat gelagat tidak biasa dilakukan anaknya tersebut. Selanjutnya, orang tua tersebut melaporkannya ke Ketua RW dan selanjutnya diserahkan ke UPTD PPA Makassar.

“Dari hasil pemeriksaan oleh psikolog, korban mengaku diajak oleh pelaku untuk bermain game online di rumahnya dan mengiming-imingi sejumlah uang. Dengan begitu aksi korban mengikuti apa yang pelaku inginkan,” bebernya.

Achi mengaku pelaku melakukan dugaan sodomi terhadap korban dilakukan lebih dari satu kali. Hal tersebut membuat traumatik bagi anak tersebut.

“Ada waktu-waktu tertentu sehabis Ashar dia melakukan. Ini berulang kali dilakukan oleh pelaku,” jelasnya.

Saat ini korban telah didampingi oleh DP3A Kota Makassar, dan telah beberapa kali diberikan konsultasi oleh psikolog anak. Bahkan pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk korban terkait kondisi psikologinya.

“Kami jadwalkan untuk kelanjutan lagi tim psikologinya dan yang untuk pemeriksaan di polisi sudah dilakukan kemarin,” tuturnya. (RED)