Sumatera Utara, BeritaTKP.com – Irjen Pol Panca Putra selaku Kapolda Sumut telah mencopot Kombes Pol Riko Sunarko dari jabatannya sebagai Kapolrestabes Medan pada Jumat (21/1) kemarin. Pencopotan jabatan itu terkait dengan isu dugaan Riko yang menerima suap Rp 75 Juta dari istri bandar narkoba.

“Guna terwujudnya proses pemeriksaan lanjutan yang lebih objektif, maka terhitung hari ini saya menarik Kapolrestabes Medan, untuk dilakukan melanjutkan proses pemeriksaan di Polda Sumut,” kata Panca di Mapolda Sumut.

Panca mengatakan, penarikan Riko ke Polda Sumut juga sebagai upaya agar penyelidikan soal isu suap tersebut bisa lebih transparan dan independen.

Diketahui, Polda Sumut telah membentuk tim gabungan terdiri dari Propam Polda Sumut dan Mabes Polri untuk mengusut isu dugaan suap tersebut.

“Selanjutnya untuk pelaksana tugas harian, terhitung hari ini, saya menunjuk Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Armia Fahmi, selaku plt (pelaksana tugas) Kapolrestabes Medan,” ujar Panca.

Isu Riko menerima suap muncul di Pengadilan Negeri Medan dari penuturan seorang anggota Polrestabes Medan, Bripka Ricardo, yang menjadi terdakwa dalam kasus narkoba. Sidang itu digelar di Pengadilan Medan pada Rabu (12/1) lalu.

Saat sidang beragendakan keterangan saksi, Ricardo mengaku menerima uang suap dari istri bandar narkoba sebesar Rp 300 juta. Uang itu lalu dibagi-bagi ke atasannya.

Lalu dia mengaku diperintahkan oleh Riko untuk menggunakan uang sebesar Rp 75 juta untuk digunakan membeli sepeda motor.

Barang, itu diperuntukkan untuk anggota Koramil 13 Percut Sei Tuan, atas jasanya yang berhasil menggagalkan peredaran ganja.

Sementara, Kombes Riko dalam pernyataannya menegaskan, bahwa ia tidak mengetahui kasus narkoba yang ditangani oleh anak buahnya itu.

β€œItu ditangani Sat narkoba, 3 bulan baru dilaporkan ke saya, bagaimana saya mau membagi-bagi uangnya. Orang kasusnya enggak dilaporkan ke saya,” ujar Riko, Jumat (14/1).

Dia juga menjelaskan bahwa hadiah untuk anggota TNI di Koramil 13 Percut Sei tersebut menggunakan uang pribadinya, sama sekali tidak ada kaitannya dengan barang bukti narkoba.

Dia membantah keras menerima uang suap dari istri bandar narkoba. Dugaan isu suap ini kini tengah diusut oleh tim gabungan propam. (RED)