Tangerang Selatan, BeritaTKP.com – Oknum TNI AL, Mayor B, pelaku pemukulan terhadap driver ojek online (ojol) dan anaknya di Pamulang, Tangerang Selatan, mengaku sudah berdamai dengan kedua korban.
Meskipun sudah berdamai dengan kedua korban Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudho Margono meminta agar mayor B tetap dihukum.
“Penyelesaian menggunakan mediasi pasti, sudah minta maaf, tapi hukum tetap berjalan. Sudah mediasi. Bapak KSAL menegaskan tetap dihukum,” kata Kadispen AL, Laksma Julius Widjojono, Selasa (11/1/2022).
Julius menuturkan bahwa Mayor B sempat terlibat cekcok dengan driver ojol. Hingga akhirnya terjadi aksi pemukulan.
“Kalau cekcok pasti, kalau nggak ada cekcok nggak mungkin mukul. Tiba-tiba mukul kan nggak lucu,” tuturnya.
Julius mengatakan ada kesalahpahaman di antara keduanya. Namun Julius tidak menjelaskan lebih lanjut kesalahpahaman yang dimaksud. Dia menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman keterangan.
“Awalnya kesalahpahaman, Tapi mengapa seseorang berbuat demikian masih didalami,” ucapnya.
Julius mengatakan proses hukum terhadap Mayor B masih tetap berjalan. Mayor B kata Julius, masih ditahan Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL)
“Masih diproses POM AL, kemarin Mayor B belum keluar, sejak kejadian langsung kita tangani,” imbuhnya.
Sebelumnya, kantor Polsek Pamulang, Tangerang Selatan, digeruduk puluhan driver ojek online. Polisi mengungkap peristiwa itu dipicu pemukulan oleh oknum TNI AL kepada salah seorang driver ojol.
“Awalnya memang belum diketahui sini pengemudi (ojol) di jalan umum saja, kan pengemudi sepeda motor. Kemudian ternyata ada cekcok di situ terjadi kesalahpahaman pemukulan,” kata Kapolsek Pamulang Kompol Sujarwo saat dihubungi detikcom, Senin (10/1).
Sujarwo mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/1), sekitar pukul 18.00 WIB. Warga sempat melerai keributan itu hingga diketahui terduga pelaku pemukulan oknum TNI AL.
“Akhirnya ada beberapa masyarakat yang melerai ya, sudah ke Polsek ternyata diketahui bahwa itu oknum TNI AL. Kemudian keinginan dari pelapor atau korban sudah nanti ditangani saja orang yang berkompeten karena dia terduga pelaku TNI AL,” jelas Sujarwo. (RED)







