NTT, BeritaTKP.com – Pihak keluarga dari Arkin Anabira alias AA ,22, tahanan Polres Sumba Barat, NTT, yang tewas diduga karena dianiaya menuntut agar pengusutan kasus tersebut dilakukan hingga tuntas. Sejauh ini empat anggota sudah diamankan oleh Propam.
“Kami meminta agar pimpinan polri mengusut tuntas dan menindak tegas anggota polisi yang melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan anak kami meninggal dunia dalam tahanan,” ujar Antonius Gala, juru bicara keluarga, Minggu (12/12) malam.
“Polisi harus bisa mengungkap dan mengusut tuntas kasus tersebut hingga menjadi terang benderang,” lanjutnya.
Pihak keluarga, katanya, merasa takut dan cemas karena para pelaku penganiayaan diduga bernaung di institusi kepolisian. Sehingga, lanjutnya, butuh ketegasan dari pimpinan Polri agar dapat menindak pelaku.
“Keluarga belum melaporkan kejadian tersebu ke polisi, karena kita bingung bagaimana cara melapor dan juga masih berkonsentrasi untuk proses pemakaman jenazah”, kata Antonius.
Selain itu, pihaknya juga kecewa tak pernah ada pihak Polres Sumba Barat yang datang dan berempati kepada keluarga korban.
Kapolres Sumba Barat AKBP Irwan Arianto secara terpisah mengatakan pihaknya sudah langsung menangani kasus tersebut. Dia berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut sehingga menjadi terang benderang.
“Siapapun anggotanya yang terlibat dalam kasus tersebut akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya.
Saat ini, kata dia, ada tujuh anggota yang menjalani pemeriksaan di Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Sumba Barat. “Sudah tujuh orang yang kita periksa”, kata Irwan.
Dari tujuh orang sudah diperiksa itu, ia menyebut ada empat orang yang diduga ikut melakukan penganiayaan kepada korban. “Pengakuannya mereka pukul di kaki dan tangan, dan tidak ada penembakan sama sekali,” imbuh dia.
Kapolres Sumba Barat juga membantah ada luka tembak seperti yang berita yang beredar di masyarakat. “Tidak ada luka tembak”.
Saat ini keempat personil yang diduga melakukan penganiayaan sudah diamankan di tahanan Polres Sumba Barat.
Irwan juga menyampaikan turut duka cita yang sangat mendalam kepada keluarga korban dan berjanji akan segera menuntaskan kasus tersebut. ‘Siapapun anggotanya akan saya tindak”, tegasnya. (RED)






