Ilustrasi

Tuban, BeritaTKP.com – Seorang pria warga asal Dusun Kuthi, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban nekat bunuh diri dengan cara menggantungkan diri di pohon mangga milik pekarangan warga setempat, Kamis (9/12/2021).

Pria yang ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi menggantung di pohon mangga yang tak jauh dari pemukiman itu diketahui bernama Ridwan ,38,. Diduga pria tersebut mengalami depresi.

Dari informasi yang diketahui, penemuan pria yang tewas dengan cara gantung diri tersebut pertama kali ketahui oleh warga setempat yang kebetulan tengah lewat di sekitar pohon tersebut. Dari informasinya pria yang memiliki dua anak tersebut dikatakan sudah pernah berusaha untuk melakukan percobaan bunuh diri.

“Kami mendapat laporan dari warga selanjutnya saya menuju ke lokasi. Kemudian langsung menghubungi pihak kepolisian dan puskesmas,” kata Prayitno, selaku Kepala Desa (Kades) Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban.

Pria tersebut saat ditemukan pertama kali posisinya sudah menggantung dengan menggunakan seutas tali tampar yang diikatkan pada lehernya. Sejumlah warga yang mendengarkan adanya kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi. Warga juga tidak berani untuk langsung melakukan evakuasi. “Kejadiannya itu diketahui sekitar pukul 14.00 WIB,” tuturnya.

Sementara itu, petugas kepolisian dari Polsek Tuban bersama dengan tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Tuban yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi jenazah korban yang menggantung di pohon untuk diturunkan. Selanjutnya, petugas mengidenfikasi mayat pria tersebut guna memastikan penyebab kematiannya.

“Tadi petugas yang datang langsung melakukan identifikasi. Dari hasil identifikasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” papar Kades.

Adapun dugaan motif pria tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu lantaran yang bersangkutan mengalami depresi.

Selanjutnya, untuk jenazah pria tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menerima dengan kematian pria tersebut untuk selanjutnya dimakamkan. “Dari keterangan keluarga, korban ini mengalami depresi,” imbuh Prayitno. (k/red)