Mojokerto, BeritaTKP.com – Sesuatu yang murah memang belum tentu bisa menjamin kebenarannya. Seperti halnya di Mojokerto, belasan ibu-ibu terkena tipu umroh dengan biaya yang murah, serta investasi dengan keuntungan 14 persen per bulan. Karena hal itu, semua korban mengalami kerugian sekitar Rp 414 juta.

Untuk total kerugian calon jemaah umroh senilai Rp 130 juta, sedangkan kerugian investasi fiktif sebesar Rp 284 juta.

Pengacara para korban Sadak mengatakan bahwa pihaknya terpaksa melaporkan pelaku ke Polres Mojokerto karena permintaan mediasi tidak pernah direspons. “Umroh dan investasi itu semuanya bodong,” ujar Sadak, Jumat (12/11).

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menuturkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para korban. Untuk sementara korban dari Mojokerto berjumlah 17 orang dengan total kerugian Rp 414 juta.

Andaru menambahkan saat ini pihaknya telah memeriksa belasan saksi terkait kasus umroh dan investasi bodong tersebut. Pihaknya juga tengah memburu otak penipuan tersebut.

“Kami memburu otak penipuan ini. Kami juga mendalami adanya korban lain dari luar Mojokerto,” tandas Andaru.

(k/red)