Pandaan, BeritaTKP.Com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) Darurat dalam penyekatan kendaraan di simpang empat Taman Dayu baru berjalan sehari pada Selasa (13/7). Tapi, Rabu dan Kamis (14-15/7), pembatasan kendaraan di kawasan tersebut tidak ada lagi. Masih dilakukan evaluasi.

Pantuan dilapangan simpang empat Taman Dayu.

Pantauan di lokasi menyebutkan, arus lalu lintas di persimpangan Taman Dayu tersebut kembali normal seperti hari biasanya. Tidak terlihat lagi water barrier yang melintang dan menutup jalan kendaraan. Begitu pula yang keluar dan masuk pintu tol. Kendaraan melintasi perempatan seperti sebelum penyekatan.

”Rekayasa lalin penyekatan kendaraan untuk simpang empat di Taman Dayu untuk saat ini kami pending atau tunda dulu,” terang Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Andhika Mizaldi Lubis.

Menurut dia, penundaan penyekatan dilakukan sambil menunggu hasil evaluasi pelaksanaan pada hari pertama lalu. Sebab, saat diterapkan penyekatan, hasilnya belum maksimal. Belum efektif.

Karenanya, penyekatan berimbas terjadinya kemacetan panjang. Arus kendaraan menumpuk. Sebagian pengendara memilih memutar di depan gerbang tol Pandaan. Baik dari Kota Pandaan maupun bypass. Ditambah lagi kendaraan yang keluar dari tol Gempol—Pandaan. Akibatnya, terjadi crowded.

”Sambil menunggu hasil evaluasi, kami coba berupaya merancang pola-pola lain untuk penyekatan yang ada di simpang empat Taman Dayu ini. Juga bergantung situasi di lapangan,” tambah Mizaldi.

Penghentian penyekatan kendaraan di simpang empat Taman Dayu itu mendapat sambutan baik bagi pengguna jalan dan warga sekitar. Sebab, akibat saat penyekatan, pengendara bingung. Terjadilah kemacetan.

”Tetap seperti ini saja. Kan malam sudah ada penutupan tiga jam di Jalan A. Yani dan RA Kartini,” papar Santok, warga Desa Karangjati.  (Red)