Bangil, BeritaTKP.Com – Aksi pemuda gerombolan cabul tega memerkosa seorang gadis usia 14 tahun asal Panggungrejo, Kota Pasuruan. Kemudian dicekoki minuman miras di ladang tebu, remaja putri berinisial SM itu disetubuhi secara paksa oleh pelaku. Bergiliran. lima orang.

Perbuatan keji itu bermula dari perkenalan korban dan pelaku di dunia maya Facebook. SM ”dicolek” pemuda 16 tahun berinisial MIK. Mereka say hello. Saling like posting-an masing-masing. Mereka pun akrab mulai akhir Juni 2021.
Selanjutnya, SM dan MIK kemudian janjian bertemu. Minggu malam (4/7), MIK menjemput SM di jalan dekat rumah korban, Kelurahan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Mereka jalan-jalan. Keliling kota dengan menaiki motor. Saling akrab. Korban dirayu-rayu.
Padahal, diam-diam, MIK yang hanya tamat SMP itu menyimpan rencana busuk. Pikiran kotor dan niat cabul. Dia membawa SM ke kawasan ladang tebu di Desa Minggir, Kecamatan Winongan.
Dengan skenario nan jahat itu, rupanya, sudah teratata rapi. Pelaku sudah ditunggu teman-temannya di dekat ladang tebu. Mereka bawa minuman keras. Jumlahnya empat orang. Lima dengan MIK. Semua lantas bersekongkol memaksa korban ikut pesta minum arak.
Tak lama kemudian, ”Korban dicekoki miras oleh para pelaku,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto saat mendampingi Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, Jumat (9/7).
Korban memang sengaja dibuat mabuk lebih dulu. Dengan begitu, niat jahat mereka bakal lancar. Lebih-lebih kebun tebu itu memang sepi. Terpisah dari perkampungan.
Setelah SM mabuk minuman arak, para remaja cabul itu melancarkan aksi. Mereka menyetubuhi korban. Satu per satu. Bergiliran. Tanpa rasa kasihan. Termasuk, MIK yang merayu dan menjemput korban dari rumahnya.
Setelah selesai, mereka cuci tangan. Meraka ada yang pura-pura baik mengantar pulang. Seorang pelaku memboncengkan korban keluar dari kebun tebu. Tapi, dia benar-benar lelaki tidak punya tanggung jawab. SM bukannya diantar pulang sampai ke rumah. Dia justru ditinggalkan di tepi jalan kawasan Desa Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan.
Padahal, korban waktu itu kondisinya masih setengah sadar. Sendirian. Malam-malam pula. Bagaimana nasibnya jika bertemu orang jahat. Untunglah ada seseorang yang melihat korban. Orang itu lantas menolong SM dan mengantarnya pulang ke Panggungrejo. Kondisinya lemas tak berdaya. (Red)





