Surabaya – Mendagri Tito Karnavian telah menerbitkan Instruksi Mendagri PPKM darurat yang akan dilakukan di Jawa dan Bali. Dalam Inmendagri itu, kepala daerah diinstruksikan untuk menutup mall dan pusat perdagangan.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim Sutandi Purnomosidi mempertanyakan keputusan yang dibuat oleh pemerintah yang terkait dengan menutup mall. Menurutnya, tidak ada dasar, bahwa mall dan pusat perdagangan harus tutup selama PPKM darurat.
“Sekarang saya tanya kepada pemerintah, apakah ada bukti bahwa penularan virus Covid-19 di mall atau pusat perdagangan lainnya ? Tidak masuk akal sekali jika harus mengeluarkan kebijakan tanpa mendengar para pelaku terkait dengan usaha mall,” ujar Sutandi dalam konferensi persnya yang diadakan di Kota Surabaya, Jumat (2/7/2021).
Sutandi menjelaskan, di dalam mall, ada 4 profesi. Pertama ada pemilik mall, kedua ada pemilik tenant, ketiga ada para karyawan, serta keempat ada para SPG. Menurutnya, pemilik mall dan pemilik tenant masih bisa bertahan hidup meskipun tidak bekerja dalam waktu yang lama, karena memiliki dana yang cukup dalam rekening ataupun tabungan pribadi.
Namun, untuk karyawan dan SPG yang kontrak kerjanya outsourcing akan kehilangan pekerjaan mereka dampak PPKM darurat dan itu sangat berdampak pada perekonomian masing-masing.
“Kalau pemilik mall, pemilik tenant, saya yakin uangnya banyak. Bisa hidup bahkan sampai 3 bulan ke depan bahkan, aman. Tapi coba pikirkan bagaimana nasib para SPG dan karyawan, mereka sistem outsourcing, mereka kerja hari ini, buat makan besok, jelas mereka akan sangat dirugikan dalam hal ini. Kalau mall tutup, mau tidak pemerintah memberikan bansos kepada para SPG dan karyawan?,” tegas pria yang juga Direktur Marketing Pakuwon Group ini.
“Silakan ditutup, jika pemerintah bisa memberikan bansos, tidak usah banyak-banyak kasih aja sebulan Rp 1 juta untuk makan mereka. Kalau itu bisa, silahkan mau tutup 3 minggu, 2 bulan silahkan. Pemilik mall bisa nyantai, tidak mengeluarkan cost, karena mall sedang ditutup. Kita buka mall aja, tidak cari untung, cuma agar SPG dan karyawan ini bisa bekerja mencari nafkah, dan dapat pemasukan,” ujarnya. [aes/red]




