Yogyakarta, Berita TKP – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar 13 kali dalam semalam. Guguran lava juga sempat terjadi beberapa kali kemarin.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, terjadi delapan kali guguran lava pijar pada periode pengamatan Senin dinihari, 15 Maret 2021, pukul 00.00-06.00 WIB. Luncuran material lebih dari 1 kilometer.
“Teramati delapan kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter ke arah barat daya,” kata Hanik di Yogyakarta, Senin, 15 Maret 2021.
Peristiwa kegempaan dinihari tadi yakni, gempa guguran terjadi 25 kali dengan durasi berkisar 12 hingga 113 detik. Sementara, gempa hembusan terjadi dua kali berdurasi 11-17 detik dan gempa tektonik jauh sekali berdurasi 66 detik.
Adapun hasil pengamatan 12 jam sebelumnya, terjadi lima kali guguran lava pijar. Jarak luncur material lava pijar 1,1 kilometer ke barat daya.
“Dalam periode itu, gempa guguran terjadi 32 kali berdurasi 12 sampai 114 detik dan gempa hembusan dua kali berdurasi 11 hingga 12 detik,” kata dia.
Hanik menyebutkan, guguran lava juga terjadi pada Minggu, 14 Maret 2021, periode pukul 12.00 sampai 18.00 WIB. Guguran lava sebanyak empat kali itu meluncur sejauh 800 meter.
“Gunung Merapi masih berstatus siaga. Jarak aman aktivitas manusia masih di luar radius lima kilometer dari puncak,” jelasnya. (MC/Shu)






