JAKARTA, BeritaTKP.com — Kasus dugaan operasional markas judi online (judol) di sebuah rumah dinas TNI di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, memasuki tahap pendalaman. Seorang perwira TNI berpangkat Letkol Infanteri berinisial A telah menjalani pemeriksaan di Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, membenarkan pemeriksaan terhadap perwira tersebut. Namun, pihaknya belum mengungkap secara terperinci dugaan peran Letkol A dalam aktivitas perjudian online di rumah dinas tersebut.
“Sudah menjalani pemeriksaan di Pomdam Jaya,” kata Muhammad Nas, Jumat (9/10/2026).
Ia menegaskan, dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus tersebut masih didalami. Informasi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan diserahkan kepada Pomdam Jaya.
“Itu yang sedang didalami,” ujarnya.
Sebelas Warga Sipil Diamankan
Sebelumnya, aparat mengamankan 11 warga sipil yang diduga berkaitan dengan aktivitas di lokasi tersebut. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menyampaikan bahwa seluruh warga sipil tersebut dibawa ke Denpom untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman.
“Dari 11 orang yang diamankan, seluruhnya merupakan warga sipil. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan, yang selanjutnya dibawa ke Denpom untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait aktivitas yang dilakukan di lokasi tersebut,” kata Donny dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Dalam penanganan kasus ini, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan kartu tanda penduduk (KTP).
Sebelas warga sipil tersebut diduga berperan sebagai operator. Namun, peran masing-masing masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh aparat.
Berawal dari Laporan Warga
Kasus dugaan markas judi online itu terungkap setelah adanya laporan warga yang mencurigai aktivitas tidak wajar di salah satu rumah di kompleks tersebut pada Minggu (4/10/2026).
Personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan kemudian mendatangi lokasi. Petugas mengamankan tempat tersebut beserta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas di dalamnya.
TNI juga telah memeriksa pihak yang diduga sebagai pemilik rumah dinas. Meski demikian, belum ada kepastian apakah pemilik rumah mengetahui atau terlibat dalam aktivitas yang sedang diselidiki.
“Terduga pemilik rumah sudah diperiksa,” kata Muhammad Nas.
TNI Dalami Dugaan Keterlibatan Pihak Lain
Pemeriksaan terhadap Letkol A dan pihak yang berkaitan dengan rumah dinas tersebut menjadi bagian dari proses pendalaman kasus.
Hingga Jumat (9/10/2026), belum ada keterangan resmi yang mengungkap secara terperinci peran perwira tersebut maupun hasil pemeriksaan terhadap pemilik rumah dinas.
Penanganan perkara ini masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut dari aparat yang berwenang.(æ/red)





