BANYUWANGI, BeritaTKP.com — Video yang memperlihatkan tahu goreng dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga terdapat belatung viral di media sosial. Peristiwa yang disebut terjadi di wilayah Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur, itu menuai sorotan warganet.

Dalam video yang beredar, seseorang yang diduga wali murid menunjukkan belatung pada tahu goreng yang disebut sebagai bagian dari menu MBG. Temuan tersebut memicu kritik terhadap kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.

SPPG Bantah Belatung Berasal dari Dapur Penyedia

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gendoh, Agis Danistha, membenarkan bahwa tahu menjadi salah satu lauk dalam menu MBG pada hari tersebut. Namun, ia membantah bahwa belatung yang terlihat dalam video berasal dari makanan yang diproduksi dapurnya.

Agis menjelaskan, pengolahan tahu disebut telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP), mulai dari proses penggorengan hingga pemberian bumbu. Menurutnya, suhu memasak juga telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Ia turut menyoroti wadah makanan dalam video yang dinilai berbeda dari ompreng SPPG. Berdasarkan keterangannya, makanan tersebut sudah berada di wadah milik anak dan disebut telah dibawa pulang oleh wali murid.

Distribusi Menjangkau 3.065 Penerima

Agis mengatakan, menu MBG yang didistribusikan pada hari itu menjangkau 3.065 penerima manfaat dari 27 sekolah. Menurut keterangannya, laporan mengenai dugaan belatung tersebut hanya ditemukan dalam satu kasus di satu sekolah, sedangkan distribusi ke sekolah lain disebut tidak mengalami kendala serupa.

Meski demikian, penyebab munculnya belatung dalam makanan yang terekam di video belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Belum ada keterangan mengenai hasil pemeriksaan independen terhadap sampel makanan tersebut.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan mutu makanan dalam program MBG. Pemeriksaan terhadap makanan yang dilaporkan bermasalah diperlukan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara jelas dan keamanan pangan bagi para siswa tetap terjaga.(æ/red)