PEMALANG, BeritaTKP.com — Sejumlah wali murid dan warga mendatangi SDN 1 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, menyusul meninggalnya seorang siswa kelas 2 yang diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelas.

Kedatangan warga berlangsung pada Senin (5/10/2026). Mereka mengaku resah dan ingin memastikan kondisi serta keamanan anak-anak yang masih bersekolah di tempat tersebut.

Salah seorang wali murid, Antika (33), mengatakan kekhawatiran muncul setelah mengetahui adanya dugaan kekerasan yang melibatkan siswa di lingkungan sekolah.

“Ya, jadi saya resah sebagai orang tua. Akhirnya saya sekalian mantau, barangkali ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Antika.

Wali Murid Ungkap Pengalaman Anak

Antika mengaku anaknya juga pernah mengalami dugaan kekerasan ketika masih duduk di kelas 1 di sekolah tersebut.

Menurutnya, saat itu anaknya sempat mengalami kondisi tidak sehat setelah kejadian yang diduga berkaitan dengan kekerasan.

“Sakit, demam. Tapi karena pertama, saya selidiki sendiri. Langsung diam-diam ke sini,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat Antika semakin khawatir setelah muncul kasus meninggalnya siswa kelas 2 yang kini sedang ditangani aparat kepolisian.

Ada Wali Murid Mengaku Anaknya Pernah Dipalak

Kekhawatiran serupa disampaikan Akuyas (45), warga Pemalang yang anaknya kini duduk di kelas 4.

Ia mengaku pernah mendapat cerita dari anaknya mengenai dugaan pemalakan oleh kakak kelas ketika hendak menuju kantin.

“Ya, anak saya cerita, saat mau ke kantin atau jajan, dipalak kakak kelasnya,” kata Akuyas.

Menurutnya, dugaan pemalakan tersebut tidak hanya dialami oleh anaknya. Ia juga mengaku mendapat cerita mengenai uang saku siswa yang hilang.

“Sering. Terus uang yang disimpan juga banyak yang hilang, uang saku,” ujarnya.

Kasus Siswa Meninggal Masih Diselidiki

Sebelumnya, seorang siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem meninggal dunia dalam kasus yang diduga berkaitan dengan perundungan oleh kakak kelas.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Aparat juga telah meminta masyarakat agar tidak menyebarkan identitas maupun foto anak-anak yang dikaitkan dengan dugaan perundungan sebelum proses hukum dan penyelidikan memberikan kepastian.

Kedatangan wali murid dan warga ke sekolah menjadi bentuk keresahan masyarakat sekaligus dorongan agar lingkungan pendidikan dapat memberikan rasa aman bagi seluruh siswa.(æ/red)