DEPOK, BeritaTKP.com — Dugaan penyalahgunaan narkotika di dalam Rutan Kelas I Depok mendapat perhatian DPRD Jawa Barat. Komisi I DPRD Jabar berencana mendatangi rutan untuk menindaklanjuti persoalan yang mencuat tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna, menyatakan keprihatinannya atas dugaan adanya keterlibatan petugas dalam penyediaan narkotika untuk warga binaan.

Menurutnya, temuan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di dalam rutan.

DPRD Jabar Akan Datangi Rutan Depok

Pradi mengatakan DPRD Jabar menyerahkan proses penyelidikan kepada instansi yang berwenang. Namun, Komisi I DPRD Jabar juga berencana datang langsung ke Rutan Depok untuk melihat kondisi dan mekanisme pengawasan di lokasi.

Sejumlah aspek akan menjadi perhatian, termasuk sistem keluar-masuk, pengawasan terhadap warga binaan, hingga pengawasan terhadap petugas.

Ia menilai evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh agar diketahui bagaimana dugaan penyalahgunaan narkotika tersebut bisa terjadi di dalam rutan.

Polisi Periksa Dua Petugas Rutan

Sebelumnya, Polres Metro Depok telah melakukan penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan sabu di Rutan Depok.

Kapolres Metro Depok Kombes Christian Rony Putra mengatakan pihaknya menemukan indikasi adanya petugas rutan yang diduga berperan dalam penyediaan barang untuk kegiatan tersebut.

Dua petugas rutan telah diperiksa. Berdasarkan pemeriksaan sementara, satu petugas diduga berkaitan dengan penyediaan sabu, sedangkan petugas lainnya diduga menyediakan perlengkapan seperti lampu disko dan alat musik.

Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan keduanya serta kemungkinan adanya pihak lain.

Dugaan Pesta Sabu Mulai Diselidiki Sejak September

Polisi menyebut penyelidikan dugaan penyalahgunaan sabu tersebut telah dilakukan sejak 27 September 2026. Kasus itu kemudian menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai dugaan pesta sabu di dalam rutan beredar pada awal Oktober.

Polisi juga telah melakukan penggeledahan di lokasi yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika tersebut.

Selain pemeriksaan terhadap petugas, polisi melakukan tes urine terhadap dua petugas yang diperiksa. Hasil sementara menunjukkan keduanya negatif narkotika.

Meski demikian, polisi masih menelusuri asal-usul sabu dan dugaan jalur masuknya barang tersebut ke dalam rutan.

Menunggu Hasil Investigasi

DPRD Jabar kini menunggu hasil investigasi dari pihak terkait sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Pradi mengatakan hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah terdapat kelalaian dalam sistem pengawasan Rutan Depok.

Apabila nantinya ditemukan pelanggaran, sanksi terhadap pihak yang terbukti terlibat akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan sehingga keterlibatan masing-masing pihak perlu menunggu hasil pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut.(æ/red)