Sulis menunjukkan kotak amal masjid yang dibobol pelaku di Nganjuk. 

NGANJUK, BeritaTKP.com — Aksi seorang pria yang diduga membobol kotak amal di Masjid Baitusshidiqqin, Lingkungan Ngotok, Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk, berakhir gagal setelah kepergok takmir masjid.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi pelaku kemudian terekam dalam video yang beredar di media sosial pada Minggu (4/10/2026).

Berada Lama di Dalam Masjid

Berdasarkan keterangan Sulis, istri takmir masjid bernama Farikh, pria tersebut masuk ke area masjid seorang diri.

Kecurigaan muncul setelah pria itu berada cukup lama di dalam masjid dan terdengar suara gaduh.

Karena rumah Sulis dan suaminya berada di sekitar area masjid, Farikh kemudian mengecek kondisi ke dalam masjid.

Saat mengetahui dirinya diketahui, pelaku disebut panik.

Uang Kotak Amal Dikembalikan

Sulis mengatakan uang dari kotak amal yang diduga diambil pelaku telah dimasukkan ke dalam kantong plastik dan kemudian disimpan di dalam tas.

Takmir masjid kemudian meminta pelaku mengembalikan uang tersebut. Nilai uang yang disebut telah diambil mencapai sekitar Rp750 ribu.

Proses pengembalian uang tersebut direkam oleh takmir masjid. Menurut Sulis, rekaman dibuat sebagai bentuk pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Uang yang dicuri sudah dikembalikan,” kata Sulis.

Tidak Dilaporkan ke Polisi

Meski sempat kepergok, pelaku tidak dibawa ke kantor polisi. Pihak masjid memilih menyelesaikan persoalan tersebut setelah uang kotak amal dikembalikan.

Sulis menyebut pelaku mengaku berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. Kendaraan yang digunakan disebut menggunakan pelat nomor AD.

Sudah Empat Kali Terjadi

Menurut Sulis, kasus pencurian uang kotak amal di Masjid Baitusshidiqqin bukan kejadian pertama.

Dalam sekitar tiga tahun terakhir, ia menyebut sudah terjadi empat kali pencurian.

Pada dua kejadian pertama, pelaku disebut membawa kabur kotak amal sekaligus uang di dalamnya. Pada kejadian ketiga, pencuri disebut hanya mengambil uang.

Sementara pada kejadian keempat inilah aksi tersebut diketahui oleh takmir masjid.

Namun, Sulis mengaku belum mengetahui apakah seluruh kejadian tersebut dilakukan oleh orang yang sama atau pelaku yang berbeda.

“Tidak tahu ya, pelakunya sama atau beda-beda,” ujarnya.

Hingga kini, uang yang sempat diambil dalam kejadian terakhir telah dikembalikan dan perkara tersebut tidak dilaporkan kepada polisi.(æ/red)