BANYUWANGI, BeritaTKP – Seorang pria berinisial VK meninggal dunia setelah menjadi korban amukan warga di Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Peristiwa tersebut terjadi setelah VK bersama rekannya, HR, diduga kedapatan mengambil buah jeruk dari kebun milik warga tanpa izin.

Berikut rangkuman fakta-fakta terkait kejadian tersebut:

1. Dugaan Pencurian Terjadi Saat Dini Hari

Peristiwa bermula pada Selasa (15/9/2026) sekitar dini hari. VK dan HR diduga mendatangi kebun warga untuk mengambil buah jeruk tanpa sepengetahuan pemilik lahan.

Di lokasi, warga menemukan sejumlah jeruk nipis dan jeruk manis yang telah dipetik lalu dimasukkan ke dalam karung. Dua sepeda motor yang diduga milik keduanya juga ditemukan di area tersebut.

2. Kedua Pria Diamankan Warga Menjelang Subuh

Aksi tersebut diketahui warga sekitar hingga akhirnya kedua pria itu berhasil diamankan sekitar pukul 04.30 WIB. Setelah tertangkap, keduanya menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami luka-luka.

Polisi yang datang ke lokasi kemudian mengamankan situasi dan membawa kedua pria tersebut untuk mendapatkan pertolongan medis.

3. VK Meninggal Setelah Mengalami Luka Berat

Keduanya sempat dibawa ke Puskesmas Kebondalem sekitar pukul 05.30 WIB. Namun, karena kondisi VK cukup parah, ia dirujuk ke Rumah Sakit Graha Medika Gambiran.

Meski telah mendapat penanganan, nyawa VK tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, HR hanya mengalami luka ringan.

4. Keduanya Merupakan Warga Setempat

VK diketahui merupakan warga Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. Sedangkan HR berasal dari wilayah Dusun Tamansuruh, Kecamatan Bangorejo.

5. Polisi Selidiki Dua Dugaan Pelanggaran

Polisi melakukan penyelidikan terhadap dua perkara berbeda dalam kasus ini. Pertama, terkait dugaan pencurian buah jeruk yang dilakukan oleh VK dan HR. Kedua, terkait dugaan pengeroyokan warga yang menyebabkan VK meninggal dunia.

Pihak kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.(æ/red)