PANDEGLANG, BeritaTKP – Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus diperluas. Memasuki hari kedelapan pencarian, tim SAR gabungan mulai menyisir wilayah perairan Bengkulu hingga Pulau Enggano.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga sejumlah potensi SAR lainnya. Tim membagi area pencarian menjadi beberapa sektor untuk memperbesar peluang menemukan keberadaan rombongan tersebut.
Area pencarian kini mencakup wilayah laut dengan luas sekitar 3.962 mil laut persegi. Selain penyisiran menggunakan kapal, tim juga memanfaatkan dukungan teknologi berupa drone thermal untuk melakukan pemantauan dari udara.
Pencarian di wilayah Bengkulu dilakukan berdasarkan hasil pemetaan pergerakan arus laut yang memungkinkan korban atau benda terkait kejadian terbawa hingga ke wilayah tersebut. Tim SAR Bengkulu turut dilibatkan untuk membantu penyisiran di sekitar perairan dan pesisir Pulau Enggano.
Selain pencarian melalui laut, tim juga telah mengerahkan helikopter untuk melakukan pemantauan udara. Namun, penyisiran sebelumnya selama sekitar dua jam belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan yang hilang.
Sebelumnya, tim menemukan jenazah pria di Pulau Enggano, Bengkulu. Jenazah tersebut telah dievakuasi ke Polda Bengkulu untuk menjalani proses autopsi dan pencocokan DNA dengan keluarga para jurnalis yang masih dalam pencarian.
Hasil identifikasi DNA masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Polisi meminta waktu hingga proses pencocokan selesai sebelum memberikan informasi terkait identitas jenazah tersebut.
Lima jurnalis dan tiga kru kapal diketahui hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat hendak mendekati Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya mengalami aktivitas erupsi. Hingga kini, operasi pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan keberadaan mereka.(æ/red)





