Nganjuk, BeritaTKP Com – Reog dan Jaranan adalah budaya tradisional yang mana tetap menjamur erat di masyarakat kita sejak lama . Di Dusun Kandeg, Desa Waung, Kec. Baron, Kab. Nganjuk hari Jum’at, 11 September 2026 mulai pagi hingga selesai telah dilaksanakan persembahan adat dengan menyajikan tontonan tersebut, konon sudah menjadi kebiasaan dikala dulu hingga sekarang masih kental diselenggarakan oleh warga .
Dalam pagelaran pertunjukan selaku panitianya yaitu Dony Rudianto ( Kades Waung ), Pujo ( Kamituwo Desa Waung ), Sumanto, Hengky dan Slamet sebagai panitia inti dan dibantu yang lain terlihat guyub rukun .
Reog Singo Djoyo pimpinan Sudijo dari Bogo, Nganjuk dengan menghadirkan 3 Bopo diantarnya : Bopo Saikan, Bopo Saijo dan Bopo Ayong serta dilengkapi dengan anggota 17 personil mampu menghibur warga Dusun Kandeg .
Demikian pula dari grup Jaranan Satrio Mudo Original asal Dusun Kandeg yang di Ketuai oleh Ebit Widiyantoro menampilkan 5 Bopo yaitu Bopo Sumanto, Bopo Slamet, Bopo Romi, Bopo Sandiman dan Bopo Tikno serta pelaku seni yakni 6 Kudo Kepang, 4 Barongan, 12 Ganongan dan 3 Celeng, semua berjumlah 30 an menambahkan semarak penonton berduyun duyun melihatnya .
Rute yang di lintasi diawali dari kediaman Kades lalu keliling dusun dan terkhir pembubaran di rumah Kamituwo Pujo, acara ini didampingi Serka Gunawan dan Serka Masngut dari Koramil 0810/08 Baron bersama dari Polsek Baron Aipda Gatot Setyawan dan Aipda Dedy.S dengan situasi aman terkendali .
Kades Waung Dony Rudianto kepada media ini berkata bila Nyadran ini adalah merupakan agenda yang dilaksanakan setiap tahun secara rutin, memang yang disenangi danyangnya Reog, sedangkan Jaranan itu adalah tambahan untuk melengkapinya, disini kebetulan masyarakat senang ke dua duanya karena bangga akan seni dan budaya .
( tut )





