LAMPUNG SELATAN, BeritaTKP— Upaya mencari delapan orang, termasuk lima jurnalis, yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan. Selain tim SAR, warga Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, ikut bergerak membantu pencarian.
Warga bahkan berupaya menelusuri informasi mengenai sinyal telepon seluler salah satu anggota rombongan yang disebut terakhir terdeteksi di sekitar Pulau Sebesi.
Salah seorang warga Sebesi, Isnan, menceritakan bagaimana warga bersama pihak terkait mendatangi lokasi yang diduga menjadi titik tertangkapnya sinyal telepon tersebut.
Jejak Sinyal Terdeteksi di Sekitar Pulau Sebesi
Informasi mengenai jejak sinyal itu diterima Syahbandar Sebesi dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni.
Sinyal telepon milik pewarta freelance bernama Donal disebut terdeteksi oleh jaringan tower telekomunikasi di Pulau Sebesi.
Isnan bersama Suroto dan sejumlah pengelola dermaga kemudian mendatangi lokasi tersebut sekitar pukul 05.30 WIB.
“Jadi kami pagi-pagi ke sana sama Pak Suroto sama bos-bos dermaga sekitar setengah enam ngecek ke sana,” kata Isnan.
Lokasi tower tersebut berada di belakang masjid dan masih dalam satu kompleks dengan bangunan tempat ibadah tersebut.
Namun, ketika warga melakukan pengecekan, tidak ditemukan aktivitas maupun keberadaan rombongan yang sedang dicari.
Sinyal Diduga Tertangkap Tower Sebesi
Menurut Isnan, setelah dilakukan koordinasi dengan KSOP Bakauheni, informasi yang diperoleh menunjukkan aktivitas terakhir telepon Donal tertangkap jaringan tower di Pulau Sebesi.
“Tower itu ngontrak di tanah masjid, di belakang masjid. Rupanya terkoneksi HP terakhir itu dari tower Sebesi,” ujarnya.
Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk yang diperhatikan dalam proses pencarian.
Namun, keberadaan sinyal tidak serta-merta memastikan bahwa rombongan berada di Pulau Sebesi.
Warga Periksa Dermaga
Warga Pulau Sebesi juga ikut mencari informasi dari masyarakat di wilayah pesisir.
Isnan menyebut warga berupaya memastikan apakah ada speedboat yang masuk ke pulau tersebut.
Pulau Sebesi diketahui memiliki dua dermaga. Warga kemudian dimintai informasi mengenai kemungkinan adanya rombongan yang tiba di pulau tersebut.
“Tadi ditanya seluruh warga, masyarakat sini yang di pesisir laut, enggak pernah melihat ada speedboat masuk sini. Jadi masih dalam pencarian,” kata Isnan.
Pencarian pun terus berlanjut dengan melibatkan tim SAR dan unsur terkait.
Delapan Orang Masih Dalam Pencarian
Sebanyak delapan orang dalam satu rombongan speedboat dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju perairan Selat Sunda.
Mereka terdiri dari tiga awak atau pendamping perjalanan serta lima jurnalis yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Berikut identitas delapan orang tersebut:
Warta (55) — kapten kapal.
Surakman (60) — ABK.
Heriyanto (49) — guide.
M. Bagus K. (28) — jurnalis Antara.
Arie Basuki — jurnalis Merdeka.com.
Yudhis — jurnalis iNews.
Daus — jurnalis Anadolu.
Donal — pewarta freelance.
Seluruhnya masih berstatus dalam pencarian.
Di tengah pencarian tersebut, keterlibatan warga Pulau Sebesi menjadi bagian dari upaya bersama untuk menemukan petunjuk keberadaan rombongan. Informasi mengenai sinyal telepon yang tertangkap tower menjadi salah satu petunjuk yang masih ditelusuri.(æ/red)