TANGERANG, BeritaTKP – Video yang memperlihatkan dua pria terlibat keributan di sebuah SPKLU di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang, viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut bermula dari persoalan antrean pengisian daya kendaraan listrik.
Dalam rekaman yang beredar, dua pria tampak terlibat adu mulut sebelum situasi berubah menjadi keributan fisik. Sejumlah petugas keamanan terlihat berupaya melerai keduanya.
Peristiwa itu kemudian berlanjut ke jalur hukum. Salah satu pria yang terlibat melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
Berawal dari Persoalan Antrean
Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.
Pelapor diketahui berinisial MRA (36). Polisi menerima laporan pada 6 September 2026 sekitar pukul 21.11 WIB terkait dugaan pemaksaan yang disertai kekerasan atau ancaman kekerasan.
Menurut keterangan dalam laporan, persoalan bermula ketika seorang pria hendak mengisi daya kendaraan listrik di SPKLU tersebut. Pria itu kemudian mendatangi MRA dan menyampaikan bahwa dirinya merasa telah lebih dahulu mengantre.
Perselisihan kemudian terjadi setelah pria tersebut meminta MRA mencabut kabel pengisian yang sedang terpasang pada kendaraannya.
“Terjadi cekcok adu mulut di mana terlapor mengeluarkan kata-kata kasar dan mengancam pelapor agar mencabut charger dari kendaraannya,” ujar Tri.
Istri Pelapor Juga Disebut Terlibat dalam Insiden
Dalam laporan tersebut, polisi juga menerima informasi bahwa terlapor sempat menghampiri istri MRA dan diduga melakukan tindakan yang mengarah pada upaya menampar.
Namun, polisi masih perlu mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi.
Penyidik telah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara dan mengamankan rekaman CCTV yang dapat membantu mengungkap kronologi.
Polisi Akan Periksa Terlapor
Polresta Tangerang juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
“Terduga pelaku akan kita panggil untuk dimintai keterangan guna memperjelas peristiwa yang terjadi,” kata Tri.
Polisi masih mendalami laporan tersebut, termasuk mencocokkan keterangan para pihak dengan bukti rekaman CCTV dan keterangan saksi.
Hingga proses penyelidikan berjalan, belum ada penetapan tersangka dalam perkara tersebut.(æ/red)





