MALANG, Berita TKP. com — Wakapolsek Wagir, IPDA Heru Wahono, S.H., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Final Persiapan Pelaksanaan Pawai Budaya dan Fashion Show Pesta Rakyat Sitinggil 2026 yang akan digelar di Dusun Lemah Duwur, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada tanggal 11–12 September 2026, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Rapat koordinasi tersebut berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, pukul 20.30 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Posyandu RW 01, Dusun Lemahduwur, Desa Sitirejo. Kegiatan diikuti unsur-unsur terkait antara lain IPDA Heru Wahono, S.H. (Wakapolsek Wagir), Aipda Doni Dwi Wahyono (Bhabinkamtibmas Desa Sitirejo), Buang Suharjah (Kepala Desa Sitirejo), Agus (ASN Kecamatan Wagir), Andrianto (Kepala Dusun Lemah Duwur selaku Ketua Panitia), Ngadi Hartono (Ketua RW 01 selaku Wakil Ketua Panitia), Ketua RT se-Dusun Lemahduwur, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, serta perwakilan Linmas, Karang Taruna dan Ormas Senkom, beserta tim sound lokal Dusun Lemahduwur.

Dalam sambutannya, Andrianto selaku Ketua Panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir, dan seluruh peserta menyepakati untuk mematuhi aturan serta prosedur yang berlaku sesuai arahan Wakapolsek Wagir. Sementara Ngadi Hartono selaku Wakil Ketua Panitia melaporkan bahwa kesiapan panitia, peserta karnaval, serta sarana dan prasarana pendukung dinyatakan siap. Kepala Desa Sitirejo, Buang Suharjah, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Desa Sitirejo, berharap seluruh pihak bersama-sama menjaga keamanan dan tata tertib yang disepakati agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Atas seizin Kapolsek Wagir, Wakapolsek Wagir IPDA Heru Wahono menyampaikan arahan dan himbauan kepada seluruh peserta rapat. Beliau mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Sitirejo selaku pelindung kegiatan, seluruh jajaran panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Linmas yang telah hadir dalam rakor ini guna menyamakan persepsi melalui komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan sinkronisasi agar pelaksanaan nanti berjalan lancar, aman, dan kondusif sesuai harapan.

Pihaknya membahas kesiapan mulai dari gladi bersih atau cek sound hingga pawai Kirab Budaya Sitinggil Lemahduwur yang akan dilaksanakan pada 11–12 September 2026. Kelengkapan administrasi perizinan baik dari Kepolisian, tim medis, maupun Dishub terkait penggunaan jalan umum diminta untuk dipastikan lengkap. Panitia juga diminta membuat surat kesepakatan bersama RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan peserta karnaval/paguyuban untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.

Terkait pelaksanaan, peserta atau penonton diminta berpakaian rapi dan sopan, tidak boleh berpakaian minim yang mengarah pada pornoaksi. Peserta wajib mematuhi aturan yang dibuat panitia, yang disusun sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur. Gladi bersih disepakati berlangsung pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Panitia diharapkan menempatkan petugas keamanan di pintu masuk untuk memeriksa setiap penonton, dilarang membawa senjata tajam, minuman keras, dan narkoba, serta mencegah terjadinya perkelahian.

Pengaturan parkir diminta dilakukan dengan baik dan tidak menyalahi aturan, sementara panitia wajib mengenakan ID card atau kaos seragam yang sama. Sebelum hari H, panitia diminta melakukan pendataan warga yang sakit dan lansia, untuk diimbau dengan baik agar sementara berada di tempat keluarga atau kerabat demi kenyamanan dan keamanan. Saat pelaksanaan pawai budaya, apabila terdengar suara adzan, seluruh aktivitas karnaval wajib dihentikan sementara.

Panitia juga diminta mengecek rute dan titik-titik rawan, serta menyosialisasikan spanduk himbauan kepada warga dan pengguna jalan. Waktu start harus tepat, tidak boleh ditunda-tunda, dan durasi pertunjukan dibatasi agar tidak melebihi batas waktu yang ditentukan. Kelayakan kendaraan pengangkut perlengkapan dan sound system juga harus diperhatikan, dipastikan sehat, surat lengkap, lulus uji KIR, dan dilengkapi rem darurat terutama jika melintasi jalan tanjakan atau turunan. Kegiatan ini juga ditegaskan bebas dari miras, narkoba, serta pornografi dan pornoaksi.

Rapat dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, kemudian ditutup dengan doa bersama. Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan aman, tertib, dan kondusif.(Imm)